Antisipasi Karhutla Kubu Raya Siagakan Tim Kesehatan

PONTIANAK – Dinas Kesehatan Kabupaten Kubu Raya menyiagakan seluruh layanan kesehatan yang ada di kabupaten itu, untuk menangani pasien yang menderita Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA), akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

“Saat ini karhutla belum terlihat. Namun, mengingat Kubu Raya sudah ditetapkan status siaga karhutla, maka kita juga sudah menyiagakan puskesmas dan rumkit (Rumah Sakit) yang ada untuk menangani pasien dengan kasus ISPA,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kubu Raya, Marijan, di Sungai Raya, Minggu (19/7/2020).

Untuk mengantisipasi adanya masyarakat yang terkena ISPA dan penyakit menular lainnya, Dinas Kesehatan Kubu Raya melakukan pemantauan. Upayanya dilakukan dengan memanfaatkan program layanan kesehatan jemput bola bernama Salju atau Selasa-Jumat.

Melalui program Salju tersebut, pada hari Selasa setiap Puskesmas akan memberikan layanan kesehatan keluarga, dengan fokus kegiatan pelayanan ibu hamil, menjaga kesehatan dan tumbuh kembang anak, dan kesehatan keluarga.

Sedangkan setiap Jumat, pelayanan kesehatan difokuskan pada penanganan penyakit menular. Setiap petugas kesehatan yang ada turun langsung ke lapangan, untuk pemantauan dan penanganan kasus yang ada di masyarakat. “Selain fokus pada penanganan COVID-19, kita tentu tidak bisa menghiraukan penyakit menular musiman lainnya seperti DBD, Diare, ISPA, dan pencegahan stunting. Melalui program Salju tersebut, kita melakukan pelayanan langsung kepada masyarakat, tentu dengan protokol kesehatan yang telah ditetapkan oleh Kemenkes dan WHO,” tuturnya.

Marijan menambahkan, dengan program Salju Dinas Kesehatanm kubu Raya bisa segera melakukan langkah kebijakan jika menemukan masyarakat yang mengalami sakit dilapangan. Termasuk menentukan langkah upaya pencegahan penularan.

Untuk mengantisipasi ISPA, sudah ada beberapa persiapa seperti penyediaan masker bagi petugas kesehatan, obat-obatan, serta kesiapan tenaga medis. “Bagi masyarakat yang terpapar ISPA, juga bisa melakukan pengobatan dini di rumah, salah satunya dengan memperbanyak istirahat dan konsumsi air putih untuk mengencerkan dahak, sehingga lebih mudah untuk dikeluarkan. Mengonsumsi minuman lemon hangat atau madu untuk membantu meredakan batuk, kemudian, berkumur dengan air hangat yang diberi garam, jika mengalami sakit tenggorokan,” tuturnya.

Sebelumnya, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Kabupaten Kubu Raya, Mochtar mengatakan, pihaknya sudah siap melakukan penanganan karhutla di daerahnya. Hal tersebut mengikuti ketentuan penetapan status siaga karhutla di kabupaten Kubu Raya.

Hasil pemetaan beberapa daerah yang rawan karhutla terdapat 18 desa. “Desa-desa itu terdapat di Kecamatan Sungai Raya, Rasau Jaya, Sungai Kakap, Sungai Ambawang dan Kuala Mandor B. Untuk itu, kita akan memfokuskan penanganan pada daerah-daerah tersebut karena setiap tahunnya selalu terjadi kebakaran lahan,” tuturnya.

Dengan persiapa yang dilakukan, diharapkan pada tahun ini karhutla di Kubu Raya bisa minim. Terlebih berdasarkan informasi dari BMKG Supadio menyebut, intensitas hujan di sejumlah daerah, termasuk di Kubu Raya masih cukup tinggi. Sehingga diharapkan tidak terjadi kebakaran hutan dan lahan. “Namun, kita tentu tetap siaga untuk mengantisipasi karhutla dan intinya kita selalu siap untuk itu,” tandasnya. (Ant)

#Karhutladinas kesehatanISPAKalbarKubu Rayatim medis
Comments (0)
Add Comment