Disdik Bekasi Minta Warga Lapor Jika Dipungut Biaya PPDB

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

BEKASI – Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Jawa Barat, menjamin penerimaan peserta didik baru (PPDB) 2020/2021 dilaksanakan secara gratis tanpa dipungut biaya. Jika warga merasa dimintai biaya agar segera melapor.

“Saya garansi, PPDB online di Kota Bekasi dilaksanakan gratis tanpa pungutan biaya. Jika ada itu adalah oknum, dan diminta laporkan ke Disdik Kota Bekasi,” ungkap Inayatullah, Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi.

Diketahui PPDB online untuk tingkat SD dan SMP di Kota Bekasi mulai membuka pendaftaran secara daring. Tahap pertama pendaftaran jenjang SD dan SMP dibuka mulai 1-4 Juli 2020. Pendaftaran dilakukan melalui laman resmi https://bekasi.siap-ppdb.com pada pukul 09.00-15.00 WIB.

Inayatullah mengatakan bahwa jika ada permainan seperti menjual satu bangku dengan nilai tertentu maka diminta masyarakat untuk melapor. Semua pelayanan diberikan secara gratis.

Karenanya dia juga meminta orang tua calon peserta didik baru waspada atas tawaran bisa meloloskan di sekolah tertentu. Karena biasanya setiap penerimaan murid baru, ada oknum yang memanfaatkan kesempatan dengan modus dekat dengan salah satu pejabat di Diknas atau lainnya.

“Saya pastikan jika yang bermain itu honorer Disdik pasti saya pecat. Jika PNS maka akan dimutasi sesuai petunjuk Wali Kota Bekasi,” tegas Inayatullah, menjawab rumor beredar, terkait dijualnya satu bangku hingga Rp3 juta untuk tingkat SMP.

Menurutnya, tingkat lulusan SD di Kota Bekasi pada tahun 2020 jumlahnya mencapai 43 ribu. Dari jumlah tersebut diketahui sudah mendaftar SMP melalui daring mencapai 70 persen.

“Artinya tidak ada persoalan berarti terkait PPDB online di Kota Bekasi untuk tingkat SMP,” ujarnya menjawab tudingan amburadulnya sistem PPDB online di Kota Bekasi.

Namun demikian diakuinya masalah yang terjadi misalnya untuk pendaftaran masuk sekolah dasar. Masih banyak orang tua lupa akun atau NIK yang harus diperbarui. Hal tersebut kendalanya terjadi akibat dokumen kependudukan.

Untuk tingkat sekolah dasar, Disdik menyiapkan operator untuk membantu orang tua calon peserta didik yang mengalami kesulitan.

“Operator ditugaskan di setiap kecamatan maupun di sekolah. Sehingga orang tua yang mengalami kendala saat mendaftar melalui online bisa berkonsultasi,” tegasnya.

Lebih lanjut dia mengakui, masih banyak keluhan pelayanan yang mengatakan tidak mungkin sempurna seratus persen. Hal tersebut terjadi karena warganya sendiri kemungkinan juga lupa nomor akun saat pra PPDB atau lainnya.

“Sosialisasi terus dilakukan baik secara tatap muka maupun melalui media sosial. Tapi jika terlihat masih banyak warga yang hadir ke dinas atau di kantor kecamatan itu karena hal lain,” tukasnya.

Pantauan Cendana News, masih banyak warga hilir mudik ke kantor Disdik Kota Bekasi hanya untuk menanyakan soal sistem PPDB online. Bahkan warga rela mengantre sejak pagi, hanya untuk meminta kejelasan terkait zonasi dan lainnya.

Adrian, warga Sepanjang Jaya, sempat berdebat langsung dengan kepala dinas saat wartawan tengah wawancara. Dia mempertanyakan soal zonasi atau jarak.

“Ada anak tetangga saya jarak ke sekolah dengan rumah sama, tapi kenapa anaknya diterima. Tapi anak saya tidak,” jelasnya.

Akhirnya orang tua murid tersebut langsung diarahkan ke lantai tiga Disdik Kota Bekasi untuk mendapat kejelasan dari panitia PPDB online secara langsung.

JabaronlinePPDBwarga
Comments (0)
Add Comment