Gabus Pucung Khas Bekasi, Berbeda dengan Jakarta

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

BEKASI — Gabus Pucung, makanan khas berupa sayur ikan dengan bumbu khas Pucung sudah menjadi bagian dari salah satu tradisi masyarakat Betawi yang disebut Nyorog, yakni mengantarkan makanan atau masakan oleh anak kepada orangtua atau oleh menantu kepada mertua pada waktu tertentu sebagai pengikat tali silaturahmi.

Ki Maja Yusirwan, Budayawan Bekasi, menjelaskan perbedaan antara Gabus Pucung khas Bekasi dengan wilayah Jakarta, Sabtu (4/7/2020). Foto: Muhammad Amin

Kini istilah nyorog sudah mulai menghilang, namun kebiasaan mengirim hantaran menjelang puasa atau lebaran sampai saat ini masih dilakukan oleh masyarakat Betawi.

“Gabus Pucung, sekarang bisa di nikmati di berbagai tempat, rumah makan, baik di Jakarta maupun di Bekasi, ada banyak tempat untuk menikmatinya,” ujar Ki Maja Yusirwan, Budayawan Kota Bekasi kepada Cendana News, Sabtu (4/7/2020).

Dikatakan, di wilayah Kota Bekasi dan di Jakarta, ada beberapa tempat makan yang menyediakan sayur gabus pucung. Namun menurutnya gabus pucung Bekasi berbeda dengan gabus pucung Jakarta.

Perbedaannya ada pada saat mengolah dan penyajian. Karena Gabus Pucung Bekasi digoreng terlebih dahulu lalu diceburkan dalam kuah pucung. Gabus pucung Jakarta, ikannya tidak digoreng dan disajikan dengan mengguyurkan kuah pucung.

Ki Maja memaparkan memasak gabus Pucung khas Bekasi memerlukan waktu sekira 70 menit, mulai dari persiapan.

Adapun bahan baku meliputi,1 kg ikan gabus, 3 sendok teh ketumbar, shangrai 1/2 sdt garam, 2 buah jeruk nipis, 4 butir bawang putih.

Proses mengolah, daun bawang iris serong Jeruk limau 7 buah rawit merah, belah dua serong Minyak untuk menumis Garam secukupnya 750 ml air 1sdt gula.

Bumbu yang diperlukan:
3 lembar daun salam, 4 buah sereh, geprek 2 buah tomat, potong dadu 6 lembar daun jeruk, robek-robek 3 cm lengkuas geprek 1 cm Jahe geprek. Kemudian untuk bumbu Halus Ikan Gabus 3 cm kunyit 8 bawang putih 12 bawang merah 4 buah kemiri geprek lalu shangrai 6 buah cabe merah kriting 6 buah kluwek ambil dagingnya, rendam air hangat

Hal pertama bersihkan lendir pada tubuh ikan gabus hingga ikan menjadi kesat. Bisa juga membersihkan dengan menggunakan abu gosok yang dilumurkan ke seluruh badan ikan gabus supaya lebih kesat.

“Tapi jangan lupa dibilas lagi dengan air bersih. Selesai membersihkan lendir ikan, selanjutnya silahkan buang sisik ikan dengan menggunakan pisau atau sendok hingga dipastikan sisik ikan bisa dibersihkan secara merata,”jelasnya.

Setelah semua lendir bersih, bagian isi perut ikan dengan membelah perut ikan menggunakan pisau dan keluarkan jeroannya dengan tangan. Potong moncong ikan dengan pisau dan bersihkan dengan air.

Kerat-kerat bagian tubuh ikan dengan menggunakan pisau dan lumuri ikan dengan bumbu perendam, lalu biarkan selama kurang lebih 45 menit agar bumbu meresap kedalamnya dengan sempurna.

Cara Mengolah sayur gabus Pucung Khas Bekasi,
Haluskan bumbu halus dengan menggunakan ulekan hingga bumbu halus secara merata dan panaskan wajan. Lalu tumis bumbu yang telah dihaluskan hingga tercium bau harum yang sedap dan nikmat.

Setelah itu, silahkan masukkan lengkuas, serai, daun jeruk dan daun salam kedalam tumisan dan aduk-aduk secara merata. Setelah tumisan harum, silahkan masukan potongan tomat ke dalamnya, lalu aduk-aduk hingga tomat menjadi lebih layu secara merata.

Kemudian masukkan air kedalamnya bersama dengan bumbu seperti garam dan gula hingga dipastikan rasanya pas secara merata. Kemudian silahkan masak air kuah hingga mendidih.

“Setelah itu, masukkan ikan gabus yang telah dibersihkan ke dalamnya dan masak hingga kuah bumbu meresap secara merata,”tukasnya.

Setelah ikan matang, silahkan angkat ikan dari kuah dan sajikan ikan kedalam mangkuk atau piring saji dan nikmati dengan sepiring nasi hangat yang lezat dan enak.

Namun demikian jika ingin langsung menikmati Gabus Pucung olahan khas Kota Bekasi ada dua tempat di wilayah Jatiasih yang sudah melegenda, seperti Gabus Pucung di Warung Betawi Tamit Riman, Jalan Bina Asih 3D, Jatiasih, untuk merasakan sensasi seperti makan di rumah mertua.

bekasiBetawiGabus PucungJabar
Comments (0)
Add Comment