Gagal Berobat, Emak Di’ah hanya Bisa Terbaring Lemah di Teras Rumah

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

BEKASI — Emak Di’ah (77), warga RT/RW 01/04, Kelurahan Jatiraden, Kelurahan Jatisampurna, Kota Bekasi, Jawa Barat, hanya terbaring lemah di teras depan rumah sederhananya setelah gagal berobat ke rumah sakit.

Emak Di’ah, didera tumor (Cancer) mulut selama lima tahun terakhir, penyakit itu membuatnya susah untuk makan karena tumor tersebut sudah menutupi mulutnya. Sebenarnya oleh pihak Puskemas Jatisampurna dirinya kemarin dibawa ke Rumah Sakit Hermina, tetapi di tolak untuk diobati.

“Pihak Puskemas Jatisampurna langsung yang mengurus mengantarkan ke RS Hermina, tetapi ditolak. Katanya harus di rujuk ke Rumah Sakit Cipto di Jakarta,” ungkap Sarman, PSM Kecamatan Jatisampurna, kepada Cendana News, Sabtu (4/7/2020).

Dia mengaku, hadir ke tempat Mak Di’ah atas permintaan Camat Jatisampurna, guna memastikan pengobatan yang telah direkomendasikan Camat. Tapi sepertinya masih harus balik lagi ke rumah sakit, karena belum ada surat keterangan rujukan.

“Camat Jatisampurna sudah datang melihat langsung dan meminta Puskesmas mengurus perobatannya. Oleh Puskemas Jatisampurna sudah di bawa ke rumah sakit Jumat kemarin, tapi tidak turun dari Ambulance, pihak rumah sakit langsung menyatakan harus dirujuk. Tapi rujukannya ga ada,”jelasnya.

Menanggapi hal tersebut relawan Samatri, yang selama ini fokus mengurusi soal sosial, meminta Puskemas Jatisampurna tidak setengah hati dalam mengurus pengobatan Emak Di’ah.

“Kenapa Puskesmas Jatisampurna sudah membawa ke rumah sakit, dan tidak dirawat harus di rujuk ke RS Cipto. Tapi rujukannya ga ada, hingga membuat emak Di’ah harus terbaring tanpa pengobatan di rumahnya karena menunggu surat rujukan. Harus koperatif, sudah di bawa ke RS agar bisa segera mendapat penanganan,”ujarnya.

Menurutnya pengobatan Emak Di’ah atas sakit yang dideranya sudah menjadi tanggungjawab Puskesmas Jatisampurna, sesuai arahan Camat. Tapi penanganan jadi lamban, karena surat rujukan tidak ada padahal ini menyangkut keselamatan.

Anak dari Emak Di’ah, mengakui bahwa ibunya saat ini hanya terbaring lemah akibat tumor di mulutnya terus membesar hingga membuat dia tidak bisa memasukkan makanan melalui mulut.

“Sebenarnya penyakit ini sudah lama, tapi emak setiap diajak berobat tidak mau. Hingga membesar seperti sekarang, membuatnya susah memasukkan makan melalui mulutnya,”ujar dia.

Emak Di’ah, tinggal rumah sederhana kampung tua wilayah Kranggan. Di sekeliling lingkungannya dipenuhi kandang sapi. Ia diurus oleh anak cucunya,yang keseharian bekerja serabutan seperti memelihara hewan ternak ataupun berkebun di lahan kosong milik perusahaan.

Emak Di’ah, adalah salah satu sepuh kampung setempat yang dulu dikelilingi areal persawahan, perkebunan warga diujung Selatan Kota Bekasi wilayah kampung Kramat Kranggan Wetan.

bekasiJabar
Comments (0)
Add Comment