Homestay DCML Argomulyo Siap Hadapi ‘New Normal’

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

YOGYAKARTA – Sejumlah pengelola homestay di Desa Cerdas Mandiri Lestari (DCML) Argomulyo, Sedayu, Bantul, yang merupakan desa binaan Yayasan Damandiri mulai melakukan persiapan guna menyambut datangnya masa new normal dalam waktu dekat ini.

Selain bersiap membuka kembali homestay untuk tamu/pengunjung, mereka juga telah menyiapkan sejumlah perlengkapan untuk menjalankan protokol kesehatan sesuai arahan pemerintah guna mencegah penularan dan penyebaran Covid-19.

Seperti dilakukan pengelola homestay Arjuna di Dusun Kemusuk Kidul, Argomulyo, Yatiman. Lelaki satu ini nampak mulai membersihkan homestay miliknya sejak beberapa waktu terakhir. Ia juga mengaku telah menyiapkan sejumlah alat seperti tempat mencuci tangan, hand sanitizer hingga masker bagi setiap tamu pengunjung yang hendak menginap.

Pengelola homestay Arjuna di Dusun Kemusuk Kidul, Argomulyo, Sedayu, Bantul, Yatiman, saat dijumpai Cendana News, Selasa (21/7/2020) – Foto: Jatmika H Kusmargana

Yatiman sendiri menyebut, sejak munculnya pandemi Covid-19 sekitar bulan Maret lalu seluruh homestay di DCML Argomulyo memilih tutup dan tidak menerima tamu/pengunjung. Hal itu dilakukan sesuai arahan Koperasi Sahabat Damandiri Sejahtera Argomulyo sebagai pengelola semua homestay di Desa Cerdas Mandiri Lestari Argomulyo.

“Sampai saat ini kita masih tutup dan belum menerima tamu. Karena kita juga tidak ingin ada warga asal luar daerah yang tinggal di sini. Takutnya membawa virus yang tidak diinginkan. Jadi lebih untuk berjaga-jaga. Walaupun sebenarnya penutupan homestay ini juga berakibat pada menurunnya penghasilan warga,” katanya, Selasa (21/7/2020).

Sejak didirikan oleh Yayasan Damandiri melalui program Bedah Rumah sekitar tahun 2017 lalu, keberadaan homestay di Desa Cerdas Mandiri Lestari Argomulyo sedikit banyak telah ikut membantu mendorong perekonomian warga desa. Warga yang sebelumnya menganggur kini bisa mendapatkan penghasilan tambahan dari menyewakan homestay miliknya.

“Sebenarnya beberapa waktu lalu sudah ada beberapa tamu dari luar daerah yang menghubungi untuk meminta menginap di homestay. Namun untuk sementara masih kita tolak. Karena kita masih menunggu keputusan dari pihak koperasi. Apalagi saat ini kan Museum Memorial HM Soeharto juga masih belum buka,” ujarnya.

Selama 3 bulan lebih tidak menerima tamu homestay asal luar daerah, Yatiman mengaku terpaksa kehilangan penghasilan tambahan hingga ratusan ribu setiap bulannya. Pasalnya sebelum pandemi Covid-19, ia biasa menerima sejumlah tamu khususnya pada akhir pekan baik itu hari Sabtu atau Minggu.

Satu kamar homestay biasa ia sewakan dengan tarif Rp150 ribu per malam. Dari jumlah itu, sebagian dipasok ke koperasi selaku pengelola. Setiap homestay sendiri rata-rata memiliki dua buah kamar. Namun untuk kondisi tertentu, jumlah tamu yang menginap bisa lebih dari 2 orang dengan menerapkan sistem ekstra bed.

“Ya sebenarnya hasilnya lumayan. Untuk tambahan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Ya mudah-mudahan saja virus Corona ini bisa segera berakhir. Sehingga kondisi bisa pulih seperti sebelumnya,” ungkap lelaki yang bekerja serabutan ini.

CerdascoronaDamandiriDesahomestayKemusukKoperasiLestariMandiripandemiVirusYayasanYogyakarta
Comments (0)
Add Comment