Insentif Tenaga Kesehatan di Daerah Belum 100 Persen Terbayarkan

AMBON – Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto menegaskan, insentif bagi tenaga kesehatan yang berjuang melawan COVID-19 di garda terdepan, sudah dibayarkan.

Namun diakui, pembayaran belum mencapai 100 persen. “Intensif untuk tenaga kesehatan sudah direalisasikan. Di sejumlah daerah sudah direalisasikan. Memang belum 100 persen karena pembayarannya agak terlambat,” kata Menkes Terawan, di Ambon, Maluku, Senin (6/7/2020).

Menkes yang berkunjung ke Ambon bersama Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menegaskan, pihaknya membagi dua jalur pembayaran insentif. Hal itu untuk percepatan realisasi pembayaran insentif, dari total anggaran yang dialokasikan pemerintah sebesar Rp75 triliun. “Jadi untuk percepatan penyaluran insentif dibagi dua jalur. Penyalurannya lebih dipermudah dengan Kepmenkes No.HK.01.07/MENKES/392/2020,” tandasnya.

Kepmenkes tersebut mengatur tentang pemberian insentif dan santunan kematian, bagi tenaga kesehatan yang menangani COVID-19. Produk hukum tersebut merupakan revisi dari Kepmenkes sebelumnya yang bernomor HK.01.07/MENKES/278/2020. Permenkes diyakini akan mempercepat penyaluran insentif, karena jalur birokrasinya dipermudah.

Insentif untuk nakes di daerah langsung diverifikasi oleh Kadis Kesehatan, dan anggarannya bisa langsung cair. “Jadi saat ini tinggal komunikasi Dinkes masing-masing daerah, sedangkan untuk perawat di RS rujukan yang ditunjuk itu harus melalui Kementerian Kesehatan,” katanya.

Dengan pembagian menjadi dua jalur, beban kerja Kementerian Kesehatan, terutama rantai administrasi dapat dipotong menjadi lebih pendek. Sehingga pelaksanaan penyaluran intensif untuk nakes termasuk tenaga laboratorium hingga Puskesmas di daerah bisa terlaksana lebih cepat.

Insentif yang diberikan kepada tenaga kesehatan yang berjuang melawan COVID-19 di garda terdepan berdasarkan Kepmenkes, untuk dokter spesialis sebesar Rp15 juta, dokter umum dan gigi Rp10 juta, bidan dan perawat Rp7,5 juta, serta tenaga medis lainnya Rp5 juta. (Ant)

amboncoronaCOVID-19Insentif Tenaga KesehatanMalukuMenkesmenteri terawan
Comments (0)
Add Comment