Kaltara Ditawari Hak Kelola Blok Maratua II

TARAKAN – Perseroan Terbatas (PT) Pertamina Hulu Energi Nunukan Company (PHENC), menawarkan hak participating interest (PI) 10 persen, untuk mengelola Blok Maratua II kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara). Sebelumnya, ditawarkan untuk kelola Wilayah Kerja (WK) Blok Nunukan, Kabupaten Bulungan.

Gubernur Kaltara, Irianto Lambrie, menyambut baik rencana pengembangan WK Maratua II, yang ditawarkan oleh PT Pertamina (Persero) melalui PT Pertamina Hulu Energi bersama Satuan Kerja Khusus Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas). Pengembangan dilakukan untuk menambah produksi minyak dan gas bumi (migas).

Ia menegaskan, pada prinsipnya pihaknya setuju dengan rencana tersebut. Sesuai dengan informasi dari Ditjen Migas Kementerian ESDM (Energi dan Sumber Daya Mineral), rencana pengembangan WK Maratua II mencakup tiga kabupaten, yakni Nunukan, Tana Tidung, dan Bulungan. Namun, untuk Bulungan, titik koordinatnya belum dapat dipastikan, karena dapat masuk ke wilayah Nunukan atau Tana Tidung.

Berdasarkan data Ditjen Migas, ada beberapa perizinan titik hamparan untuk pengembangan yang sudah pernah diberikan kepada kabupaten masing-masing. “Kalau melihat itu, titik hamparan di Bulungan bisa masuk ke Nunukan atau Tana Tidung. Nanti, untuk lebih tepatnya, kami harus tahu reservoirnya dengan pihak Pertamina, setelah ada pengeboran dan kegiatan lainnya,” kata Irianto.

Untuk legitimasinya, persetujuan rencana pengembangan WK Maratua II akan dibuatkan dalam laporan berita acara, yang selanjutnya ditandatangani para pihak terkait. Jika blok ini telah berjalan, menurut Gubernur Irianto, tidak akan mengalami kendala atau hambatan.

Pemerintah melalui Ditjen Migas Kementerian ESDM disebut Irianto, akan meminta kepada SKK Migas untuk menawarkan PI sebesar 10 persen kepada daerah. “Penawaran PI ini berdasarkan Permen ESDM No. 37/2016 tentang Ketentuan Penawaran Participating Interest 10 persen pada Wilayah Kerja Minyak dan Gas Bumi,” kata Irianto. (Ant)

BUMNhak kelolaKaltarapertaminaWK Maratua II
Comments (0)
Add Comment