Kontak Erat Pasien ‘Probable’, 3 Anak di Sikka Reaktif

MAUMERE — Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) melakukan pemeriksaan rapid test dan swab terhadap warga yang kontak erat dengan almarhum KMP (35) pasien probable Covid-19 asal Kecamatan Waigete.

Sebanyak 31 orang yang dilakukan pemeriksaan rapid test Kamis (23/7) terdapat 11 orang yang reaktif sehingga dijemput dari rumah guna menjalani karantina terpusat.

“Gugus tugas sudah lakukan rapid test kemarin terhadap 31 orang yang kontak erat dengan almarhum. Hasilnya sebanyak 11 orang dinyatakan reaktif,” kata Wakil Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sikka, Muhammad Daeng Bakir, Jumat (24/7/2020).

Gugus tugas sebut Daeng Bakir telah menjemput 11 orang yang dinyatakan reaktif tersebut. Sebanyak 5 orang bisa dibawa ke lokasi karantina mandiri, sementara 6 lainnya masih belum dijemput.

Wakil Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sikka, Muhammad Daeng Bakir saat ditemui di lokasi karantina terpusat, Jumat (24/7/2020). -Foto: Ebed de Rosary

Keenam orang ini kemarin Kamis (23/7/2020)  sebut Kepala Kantor BPBD Sikka ini, masih berduka dan berjanji hari ini Jumat (24/7/2020) sudah bisa dijemput untuk menjalani karantina terpusat.

“Semalam dijemput 5 orang di mana 3 anak-anak dan 2 orang dewasa. Mereka sudah menjalani karantina mandiri di bekas Kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata,” terangnya.

Dua anak perempuan ucap Daeng Bakir, tidak bisa tinggal sendirian di lokasi karantina terpusat dan meminta agar ayahnya ikut mendampingi mereka. Setelah dilakukan komunikasi dengan sang ayah tuturnya, akhirnya ayah keduanya pun diperbolehkan tinggal di lokasi karantina.

“Ayahnya boleh mendampingi mereka di lokasi karantina terpusat tetapi kami sudah jelaskan agar jangan melakukan kontak dengan kedua anaknya tersebut,” ungkapnya.

Semua warga yang hasil rapid tes-nya reaktif tambah Daeng Bakir, akan menjalani pemeriksaan swab untuk mengetahui apakah hasilnya positif atau negatif. Bila hasil swab negetif maka akan dirawat di ruang isolasi RS TC Hillers Maumere.

Sementara itu Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sikka, Petrus Herlemus mengatakan, sejak Rabu (22/7) hingga Kamis (23/7) pihaknya melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap 48 orang warga yang kontak erat dengan almarhum KMP.

“Tim kesehatan melakukan rapid test terhadap 33 orang dan swab sebanyak 15 orang. Yang menjalani pemeriksaan swab hanya ring satu sedangkan rapid test untuk ring satu dan ring dua,” kata Petrus.

Pemeriksaan dilakukan, ungkap Petrus, untuk memastikan apakah warga yang pernah kontak erat dengan pasien probable tersebut tidak tertular. Almarhum KMP meninggal sebelum dilakukan pemeriksaan swab guna memastikan statusnya positif atau negatif Covid-19.

karantinamaumereNTTPasien Probablerapid testreaktifSikka
Comments (0)
Add Comment