Nelayan Pesisir Lamsel Terapkan Prinsip Penangkapan Ikan Ramah Lingkungan

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

LAMPUNG – Nelayan pesisir Lampung Selatan (Lamsel) menerapkan prinsip penangkapan ikan ramah lingkungan. Amir, nelayan di pantai Legundi, Kecamatan Ketapang menyebut penggunaan alat tangkap jenis pancing rawe dasar, jaring, keramba dan bubu telah diterapkan warga sejak puluhan tahun silam.

Sebelumnya nelayan yang menginginkan hasil tangkapan melimpah memakai bom ikan, bahan kimia dan jaring cantrang. Sosialisasi masif melalui kelompok nelayan oleh instansi Dinas Kelautan, Kepolisian Perairan membuat perikanan tangkap berkelanjutan terus diterapkan. Dominan nelayan pesisir Timur Lamsel merupakan penangkap ikan dengan alat tangkap tradisional.

Mempergunakan alat tangkap jenis sodong berupa jaring untuk mendapat udang, nelayan tetap bisa mempertahankan ikan kecil. Lokasi penangkapan di dekat pulau-pulau kecil memungkinkan nelayan menerapkan kegiatan perikanan tangkap dan budidaya secara berkesinambungan. Amir yang menekuni usaha tangkap ikan tetap bisa melakukan budidaya rumput laut, kerang hijau.

“Potensi perikanan budidaya dan tangkap secara berkelanjutan terus dilakukan untuk mempertahankan sumber daya ikan yang tetap terjaga untuk keberlangsungan hidup biota perairan sumber penghasilan bagi warga pesisir,” terang Amir saat ditemui Cendana News, Rabu (8/7/2020).

Keberadaan kelompok pengawas (Pokwas) oleh nelayan bisa dimanfaatkan untuk meminimalisir kegiatan penangkapan ikan ilegal. Kasus penggunaan bom ikan di sekitar pulau Mundu menurutnya pernah dilakukan nelayan. Namun kerusakan terumbu karang mengakibatkan biota laut di wilayah tersebut rusak pada tahun 2011. Kesadaran warga nelayan yang meningkat membuat kerusakan bisa diminimalisir.

Rohadian, nelayan tangkap di pantai yang sama menyebut selain alat tangkap ramah lingkungan, bahan bekas dimanfaatkan untuk budidaya. Budidaya yang dilakukan oleh nelayan diantaranya rumput laut, kerang hijau.

Rohadian, nelayan di pantai Legundi memanfaatkan bahan bekas untuk pelampung pada alat tangkap ikan pancing rawe dasar, Rabu (8/7/2020) – Foto: Henk Widi

Ia memanfaatkan pelampung dari botol air minum yang tidak terpakai untuk pelampung budidaya rumput laut. Penggunaan ban bekas untuk budidaya kerang hijau jadi pilihan warga.

“Bahan bekas yang selama ini dibuang bisa dimanfaatkan untuk peningkatan ekonomi sektor budidaya untuk budidaya berkelanjutan,” papar Rohadian.

Melakukan proses penangkapan ikan memakai pancing rawe dasar, Rohadian menyebut memanfaatkan styrofoam. Bahan yang kerap dipakai untuk pelindung alat elektronik, boks penampungan ikan kerap dibuang pada kotak sampah. Ia memanfaatkan bahan bekas itu untuk pelampung yang lebih awet. Tanpa harus membeli ia bisa menghemat sarana alat tangkap dengan bahan bekas.

Penggunaan alat tangkap jenis jaring dimanfaatkan nelayan di pesisir Sumber Muli, Bakauheni. Fauzan, salah satu warga menggunakan jaring yang lebih lebar untuk menangkap ikan besar. Penggunaan jaring kecil menurutnya kerap mendapatkan hasil tangkapan ikan kecil. Ikan kecil yang ada di perairan tidak akan ikut terjaring dengan lubang jaring lebih besar.

Penggunaan jaring yang dibentang dengan teknik menggiring ikan meminimisir kerusakan terumbu karang. Hasil ikan yang lebih besar memungkinkan jenis ikan kecil masih bisa berkembang. Sebagai nelayan pengguna jaring ia memastikan hasil tangkapan tetap bisa memberi sumber penghasilan baginya.

Penerapan perikanan berkelanjutan diakui Meizar Melanesia, Kepala Dinas Perikanan Lamsel. Sesuai arahan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sistem perikanan berkelanjutan dilakukan pada sektor tambak budidaya.

Meizar Melanesia, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Lampung Selatan saat ditemui di Ketapang, Rabu (8/7/2020) -Foto: Henk Widi

Wilayah perairan Timur yang bersinggungan dengan hutan sosial diupayakan tidak merusak lingkungan. Penataan saluran irigasi yang berwawasan lingkungan menjadi prioritas.

Pengelolaan wilayah perairan yang kini menjadi tanggung jawab Dinas Kelautan Provinsi tidak menghambat upaya menjaga perairan laut.

Sebab meski fokus pada perikanan budidaya sebagian kawasan berada pada wilayah pemanfaatan laut. Sumber air laut yang diatur antara saluran keluar dan masuk agar tidak terjadi pencemaran residu budidaya udang yang mencemari perairan.

BekasikanLampungnelayan
Comments (0)
Add Comment