Pabrik Gagang Sapu DCML Madura Terkendala Bahan Baku

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

CILACAP – Pabrik gagang sapu yang berada di Desa Cerdas Mandiri Lestari (DCML) Madura, di Kecamatan Wanareja, Kabupaten Cilacap, sampai saat ini belum beroperasi lagi. Hal tersebut karena pabrik terkendala bahan baku, sebab pabrik kayu masih banyak yang tutup di wilayah Cilacap.

Ketua KUD Mandiri Lestari Sejahtera, Puji Heri Santoso, mengatakan, sebenarnya sudah ada rencana untuk membuka kembali pabrik gagang sapu, namun ternyata ia masih kesulitan untuk mendapatkan bahan baku.

“Belum mulai produksi lagi, karena bahan baku masih kosong, pabrik-pabrik kayu di wilayah sini masih tutup, kabarnya mereka juga kesulitan mendapatkan bahan baku,” katanya, Jumat (24/7/2020).

Selain kendala bahan baku, lanjut Heri, pangsa pasar untuk gagang sapu dan gagang pel yang diproduksinya, juga masih belum normal. Sebagian besar pedagang sapu masih belum mulai berjualan kembali.

Memasuki kondisi new normal, ternyata roda ekonomi belum sepenuhnya berjalan normal. Masih banyak usaha kecil dan menengah hingga pabrik yang belum bisa memulai aktivitas kembali.

Menurut Heri, pada awal bulan Juni lalu, ada yang datang ke pabrik untuk menanyakan stok gagang sapu. Namun, pemesanan tersebut jumlahnya masih sedikit, sehingga pada saat itu ia belum berani untuk mulai mengoperasikan pabrik.

“Awalnya kita menunggu pedagang sapu yang biasa memesan dalam jumlah besar mulai buka lagi, jika mereka buka maka pabrik gagang sapu akan kita buka juga. Tetapi sekarang ternyata juga terkendala bahan baku,” tuturnya..

Penutupan pabrik gagang sapu ini sudah berlangsung selama tiga bulan lebih. Pabrik tersebut mulai tutup pada minggu kedua bulan April lalu akibat pandemi Covid-19. Penutupan pabrik gagang sapu ini disebabkan merosotnya permintaan.

Prospek pabrik gagang sapu yang digagas DCML Madura ini sebenarnya cukup bagus. Sejak beroperasinya pabrik pada awal bulan Februari lalu, pihak koperasi sudah menjual gagang sapu tiga kali pengiriman.

Pengiriman pertama sebanyak 2.500 batang gagang sapu ke Ciamis, pengiriman kedua meningkat menjadi 3.000 batang sapu dan masih dikirim ke Ciamis. Dan pengiriman ketiga ini sebanyak 5.100 gagang sapu dikirim ke Kroya.

Penutupan pabrik sapu ini, juga mengharuskan KUD Mandiri Lestari Sejahtera selaku pengelola pabrik gagang sapu, harus merumahkan dua karyawannya.

Salah satu pekerja pabrik gagang sapu yang dirumahkan, Diarto mengatakan, ia berharap wabah corona segera berakhir, sehingga ia bisa bekerja kembali. Menurutnya, dampak corona sangat terasa bagi masyarakat, karena banyak yang kehilangan pekerjaan.

“Terakhir masih bekerja, kita sudah bisa memproduksi gagang sapu sampai 700 batang per hari. Semoga saja pabrik bisa kembali lagi beroperasi secepatnya,” harapnya.

CerdasDamandiriDesaJatengKoperasiLestariMaduraMandiripabriksapuYayasan
Comments (0)
Add Comment