Sudah Ada 75 Titik Pengungsian Korban Banjir di Luwu Utara

MAKASSAR – Hingga Minggu (19/7/2020), sudah ada 75 titik lokasi pengungsian korban banjir bandang di Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Raditya Jati mengatakan, ke- 75 titik pengungsian tersebut dibentuk oleh tim gabungan. Baik dari pemerintah pusat, pemerintah daerah setempat, serta para relawan. Pos pengungsian tersebut tersebar di tiga kecamatan di Luwu Utara, Kecamatan Masamba, Baebunta dan Sabbang. Setiap titik pengungsian menampung 70 hingga 100 orang, dari total 14.483 orang pengungsi.

Sementara jumlah korban meninggal dari peristiwa nahas yang terjadi pada Senin (13/7/2020), BNPB mencatat sebanyak 36 orang. Jumlah tersebut diyakini dapat bertambah lagi, karena diperkirakan masih banyak yang terendam lumpur dan belum ditemukan. “Hal ini berdasarkan data korban yang dilaporkan hilang sebanyak 67 orang,” tambahnya.

Adapun jumlah personel dan relawan yang terlibat membantu penanganan bencana alam banjir bandang di Luwu Utara berjumlah 1.299 orang.

Kepala Bidang Mitigasi Gerakan Tanah, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana, Badan Geologi, Kementerian Energi Sumber Daya Mineral, Agus Budianto, merekomendasikan tujuh langkah strategis yang harus dilakukan di lapangan untuk menangani banjir bandang tersebut.

Ketujuh poin rekomendasi itu di antaranya, meminta masyarakat tidak membangun rumah atau berkumpul di sekitar aliran sungai. Terutama yang berhulu di daerah perbukitan yang rawan longsor. Selain itu, perlu menanam vegetasi berakar dalam dan kuat, untuk menahan lereng pada bekas longsor serta untuk menahan erosi dan aliran bahan rombakan. “Termasuk perlu melakukan penutupan retakan dengan tanah liat dan dipadatkan, hal ini untuk mengantisipasi potensi terjadinya gerakan tanah atau banjir bandang susulan,” tandas Agus.

Menurutnya, yang tidak kalah penting adalah, jika menemukan material longsor yang menghambat aliran sungai, segera melakukan normalisasi karena berpotensi berkembang menjadi aliran bahan rombakan atau banjir bandang, saat debit air meningkat. (Ant)

Banjir BandangBNPBJakartaluwu utaraMasambapengungsiPengungsi AsingSulsel
Comments (0)
Add Comment