Tahun Ajaran Baru, Guru Riyaadlul Hikmah Mulai Home Visit Murid PAUD

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

CILACAP — Memasuki tahun ajaran baru di tengah pandemi Covid-19, PAUD KB Riyaadlul Hikmah yang berada di Dusun Karangsari, Desa Madura, Kecamatan Wanareja, Kabupaten Cilacap mulai menerapkan sistem pembelajaran tematik dengan cara guru melakukan home visit ke rumah murid.

Kepala PAUD Riyaadlul Hikmah, Eti Susanti mengatakan, ada empat orang guru termasuk dirinya yang setiap hari berkeliling mengunjungi murid untuk memberikan materi belajar. Karena keterbatasan guru, dalam satu kali kunjungan, dikumpulkan dua-tiga murid yang rumahnya berdekatan.

“Tahun ajaran sebelumnya, kita melakukan pembelajaran dengan cara setiap seminggu sekali orang tua murid datang ke sekolah untuk mengambil tugas, sekaligus mengumpulkan tugas-tugas yang diberikan guru pada minggu sebelumnya. Namun, mulai tahun ajaran baru ini, dimana sudah masuk era new normal, kita mulai lakukan home visit,” terangnya, Senin (27/7/2020).

Pertemuan langsung dengan anak didik ini perlu dilakukan, supaya pembelajaran berjalan dengan lebih efektif. Dan selama proses pembelajaran, orang tua juga ikut mendampingi, karena guru akan memberikan tugas dan orang tua ikut mengontrol murid dalam mengerjakan tugas-tugas tersebut.

“Setelah home visit, selanjutnya kita pantau di grup whatshap, menanyakan kepada orang tua apakah murid paham akan pelajaran dan bisa mengerjakan tugas,” jelasnya.

PAUD Riyaadlul Hikmah yang merupakan sekolah binaan Yayasan Damandiri ini, untuk tahun ajaran baru ini total ada 40 murid. Pada bulan pertama dimulainya pelajaran, sekolah mengambil tema tentang anggota tubuh.

Menurut Eti Susanti, selain memberikan pemahaman tentang anggota tubuh, anak-anak juga diajarkan cara mencuci tangan menggunakan sabun yang benar. Sehingga situasi pandemi Covid-19 ini juga masuk dalam pembelajaran, yaitu menjaga kebersihan anggota tubuh dan menerapkan protokol kesehatan.

“Kita sampaikan dengan bahasa sederhana tentang pandemi Covid-19 ini dan pentingnya menjaga kebersihan tangan kita, menggunakan masker saat beraktivitas dan sebagainya. Anak-anak sangat antusias mengikuti pelajaran dan memang lebih mantap jika disampaikan langsung dengan tatap muka,” tuturnya.

Salah satu murid, Faiza di Dusun Karangsari, Desa Madura mengatakan, sangat senang bisa belajar langsung dengan guru dan temannya, meskipun jumlahnya sangat terbatas. Pembelajaran langsung ini juga membuang kejenuhan selama tidak datang ke sekolah.

“Senang ada ibu guru ke rumah, bisa belajar langsung dan bermain bersama-sama,” katanya.

Sementara itu, selama pandemi Covid-19 ini, Eti menyatakan harapannya akan adanya bantuan untuk tenaga pendidik dari Yayasan Damandiri. Sebab, selain harus menyediakan kuota internet, para guru juga harus berkunjung ke rumah-rumah murid, sehingga memerlukan akomodasi.

“Kalau untuk murid yang kurang mampu, terakhir kita terima bantuan dari Yayasan Damandiri pada bulan April lalu. Namun, kita berharap juga ada bantuan untuk para guru, karena kita di sini juga tidak mungkin menarik iuran dari wali murid dalam situasi pandemi seperti sekarang ini. Semoga saja ada perhatian dan batuan dari Yayasan Damandiri untuk kami, para guru,” harapnya.

CilacapDesa MaduraDusun KarangsariWanarejayayasan damandiri
Comments (0)
Add Comment