Ternyata Manisnya Belimbing Aman Bagi Diabetes

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

JAKARTA — Selain rasanya enak, belimbing ternyata termasuk buah yang ramah pada beberapa penyakit, termasuk diabetes, jika dikonsumsi dalam jumlah yang sesuai kebutuhan asupan individu.

Staf R&D Taman Buah Mekarsari Dudi Zen menyatakan, kandungan energi belimbing manis adalah 86 kalori per 100 gram buah dan mengandung berbagai nutrien yang bermanfaat bagi tubuh.

“Belimbing manis juga mengandung 12 mg fosfor, 11 mg besi, vitamin A 170 SI, 0, 03 mg vitamin B, 35 mg vitamin C dan 90 gram air per 100 gram buah belimbing manis,” kata Dudi saat ditemui di Taman Buah Mekarsari, Bogor, Kamis (30/7/2020).

Ia menyatakan belimbing juga mudah didapatkan di Indonesia.

“Ada banyak varietas belimbing di Indonesia. Ada belimbing demak, belimbing wulan, belimbing sembiring, belimbing dewi, belimbing paris, belimbing bangkok, belimbing madu, belimbing malaya dan belimbing wijaya,” urainya.

Harganya pun relatif tidak mahal sehingga terjangkau oleh berbagai kalangan masyarakat.

“Belimbing termasuk buah sepanjang tahun. Sehingga masyarakat bisa dengan mudah membelinya dimana saja,” tandasnya.

Spesialis Gizi Klinik Sitti Hikmawatty saat dihubungi, Kamis (30/7/2020) – Foto Ranny Supusepa

Spesialis Gizi Klinik Sitti Hikmawatty menyatakan Belimbing termasuk buah yang cukup kaya dengan serat dan dapat diberikan pada penderita Diabetes dalam jumlah tertentu.

“Berbeda dengan kandungan fruktosa (gula dari unsur buah-buahan) pada pisang, kadar gula buah pada belimbing memiliki Indeks Glikemik yang lebih rendah dibandingkan kadar Indeks Glikemik pada pisang, sehingga lebih aman dikonsumsi oleh penderita diabetes sekalipun,” kata Sitti saat dihubungi terpisah.

Untuk jumlahnya, menurut Sitti, harus disesuaikan dengan kebutuhan gizi setiap individu.

“Kan setiap individu berbeda-beda kebutuhannya, sesuai dengan pertimbangan umur, jenis kelamin, aktivitas dan riyawat medis yang dimiliki,” urainya.

Namun jika penderita diabetes harua memilih antara pisang atau belimbing, ia menyarankan agar lebih memilih belimbing.

Terkait jumlah yang harus dikonsumsi, Sitti menyatakan bahwa kebutuhan vitamin dan mineral pada individu itu, digolongkan pada kebutuhan mikro nutrien, beda dengan kebutuhan akan karbohidrat misalnya.

“Hingga kehadiran sayur dan buah kerap terabaikan, tapi jika bisa memenuhi minimal 10 persen dalam konsumsi yang dimakan sudah termasuk baik,” ujarnya.

Untuk penggunaan belimbing sebagai terapi pada suatu kondisi medis tertentu, Sitti menyatakan tidak bisa diberlakukan secara umum.

“Tetap harus kasuistik melihatnya, karena indikasi tiap individu berbeda,” pungkasnya.

BelimbingbogordiabetesDKItaman buah mekarsari
Comments (0)
Add Comment