Tiga Hari Terakhir OTG Covid-19 di Banyumas Bermunculan

Editor: Koko Triarko

PURWOKERTO – Dalam tiga hari terakhir, penambahan kasus positif Covid-19 di Kabupaten Banyumas cukup signifikan. Sebagian merupakan Orang Tanpa Gejala (OTG), sehingga Pemkab Banyumas akan membuka kembali karantina di GOR Satria Purwokerto.

“Penambahan kasus positif dalam beberapa hari terakhir didominasi OTG, karena itu GOR Satria akan kita buka lagi mulai besok tanggal 7 Juli 2020, untuk lokasi karantina bagi warga yang berasal dari daerah zona merah,” kata Bupati Banyumas, Achmad Husein, Senin (6/7/2020).

GOR Satria sudah ditutup sebagai tempat karantina sejak 11 Juni lalu. Dan, kawasan GOR Satria sudah dibuka kembali untuk aktivitas olah raga masyarakat, termasuk senam massal di halaman GOR.

Menurut Bupati, pembukaan GOR untuk lokasi karantina kembali tidak akan seluas karantina bulan lalu. Tempat karantina hanya akan dibuka di Gedung Futsal, dan kawasan GOR lainnya bisa tetap dibuka untuk aktivitas olah raga.

Bupati Banyumas, Achmad Husein, di halaman Pendopo Sipanji Purwokerto, Senin (6/7/2020). -Foto: Hermiana E. Effendi

Dalam dua hari kemarin, terjadi penambahan lima kasus positif Covid-19. Pertama ada tiga kasus Covid-19 baru yang merupakan tiga kontak dekat dari Kluster Sokaraja Kulon.Total ada 13 kontak dekat yang dilakukan tes swab, dan tiga di antaranya dinyatakan positif, yaitu yang berdomisili di Desa Sokaraja Lor, Kecamatan Sokaraja.

Selanjutnya ada pemambahan dua kasus positif Covid-19 lagi, yaitu warga Desa Tipar Kidul, Kecamatan Ajibarang, dan warga Kelurahan Kranji, Kecamatan Purwokerto Timur.

Kasus positif warga Desa Tipar Kidul, lanjut Bupati, mempunyai riwayat perjalanan dari Banjarmasin. Sedangkan kasus positif dari Kelurahan Kranji tidak mempunyai riwayat perjalanan keluar kota, sehingga kemungkinan besar yang bersangkutan terpapar karena melakukan kontak dengan OTG.

“Kasus OTG ini sangat berbahaya dan harus diwaspadai penyebarannya, karena kita tidak bisa mendeteksi ia tertular dari mana, penularan melalui kontak dengan siapa dan sebagainya, sehingga tracing-nya terputus,” terangnya.

Sebelumnya, di Kabupaten Banyumas juga beberapa kali terjadi kasus OTG yang positif. Antara lain di Kelurahan Rejasari, Kecamatan Purwokerto Barat, di mana ibu usia 76 tahun terpapar di luar rumah, namun tidak diketahui dari siapa, di mana dan kapan, karena seluruh anggota keluarga dan kontak dekat dari hasil pemeriksaan dinyatakan negatif.

Sementara itu, Dandim 0701/Banyumas, Letkol Inf Chandra, mengatakan, TNI siap untuk membantu dibukanya kembali tempat karantina GOR Satria, Saat ini, sekitar 100 velbed milik TNI juga masih berada di GOR Satria. Namun, jika diperlukan penambahan velbed lagi, pihaknya siap untuk mengirimkan ke lokasi.

“Masih ada 100 velbed di GOR, kalau kurang kita siap untuk menambahkan. Termasuk gelar dapur lapangan, nanti juga kita siapkan, dengan koordinasi bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyumas,” terangnya.

BanyumasCOVID-19GORJatengkarantinaOTG
Comments (0)
Add Comment