UMKM jadi Prioritas dalam Pemulihan Ekonomi Nasional

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

JAKARTA – Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengungkapkan, bahwa dukungan terhadap UMKM menjadi prioritas utama yang disasar pemerintah dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Hal itu tercermin dari besaran anggaran dan berbagai kemudahan yang telah diberikan pemerintah.

“Para pelaku UMKM baik perseorangan maupun badan usaha telah diberi keleluasaan untuk melakukan restrukturisasi kredit dan kami berikan subsidi bunga. Kali ini pemerintah juga melihat bahwa suntikan modal kerja untuk UMKM menjadi sangat penting, oleh karena itu kita resmikan hari ini,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, saat memberikan sambutan secara daring dalam peluncuran, Selasa (7/7/2020).

Pemerintah, lanjut Airlangga, melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) telah mengalokasikan dukungan berupa pembayaran imbal jasa penjaminan (sesuai porsi dukungan yang diberikan), counter guarantee (penjaminan balik), loss limit, atau dukungan risk sharing lainnya yang dibutuhkan.

“Pemerintah juga telah mengalokasikan dana cadangan penjaminan dan anggaran imbal jasa penjaminan yang berasal dari APBN,” tandasnya.

Di sisi lain, bank sebagai salah satu penyalur kredit kepada UMKM tetap menerapkan prinsip kehati-hatian di tengah risiko tingginya gagal bayar. Di sinilah peran penjaminan kredit sangat diperlukan. Itulah sebabnya kredit modal kerja tersebut akan dijamin pemerintah.

“Oleh karena itu, baik Jamkrindo maupun Askrindo sebagai penjamin yang ditunjuk oleh pemerintah, diharapkan secara aktif sudah bisa melaksanakan programnya sehingga modal kerja ini bisa dilakukan perbankan,” tutur Airlangga.

Sebagai informasi, Pemerintah telah menganggarkan dukungan fiskal untuk penanganan pandemi Covid-19. Total dukungan fiskal yang dianggarkan adalah sebesar Rp695,20 T yang dialokasikan untuk; Penanganan Kesehatan sebesar Rp87,55 triliun; Program PEN sebesar Rp607,65 triliun.

“Program PEN diharapkan menjadi faktor pengungkit perekonomian di kuartal ketiga dan kuartal keempat tahun 2020,” tukas Airlangga.

fiskalJakartakreditUMKM
Comments (0)
Add Comment