200 Warga Ditracking Setelah Tiga Orang di Banyumas Meninggal Karena Covid-19

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

PURWOKERTO — Ibu dan dua kakak-beradik di Kabupaten Banyumas meninggal dunia akibat terkonfirmasi positif Covid-19. Ketiganya meninggal dalam selang waktu yang tidak terlalu lama.

Wakil Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono di Purwokerto, Kamis (6/8/2020). (FOTO : Hermiana E.Effendi)

Wakil Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono mengatakan, awalnya ada salah satu warga Banyumas yang baru pulang dari Kediri, Jawa Timur. Warga dengan inisial GT tersebut tinggal di Desa Purwosari, Kecamatan Baturaden. Selang beberapa hari sejak kepulangan GT, ibu mertuanya mendadak sakit dan meninggal dunia.

Sekitar sepekan kemudian, GT juga sakit dan sempat mendapat perawatan di Rumah Sakit Elisabeth Purwokerto. Namun, kemudian GT meninggal dunia. GT merupakan Orang Tanpa Gejala (OTG), karena tidak mengeluhkan sakit apapun sepulang dari Kediri.

“Ibu dan GT ini, baru diketahui positif Covid-19 setelah meninggal dunia. Sementara adiknya GT tinggal di Brobahan, Kelurahan Kranji, Kecamatan Pirwokerto Timur. Pada saat ibunya meninggal, warga Brobahan banyak yang pergi melayat,” kata Wabup, Kamis (6/8/2020).

Setelah dilakukan swab test, adik GT, beserta istri dan dua anaknya dinyatakan terkonfirmasi Covid-19. Hal ini sontak membuat warga Brobahan yang melakukan kontak langsung dengan keluarga adik GT menjadi cemas.Kemarin malam, adik GT meninggal dunia. Ia mengalami sesak nafas dan langsung meninggal dunia setiba di rumah sakit.

“Sudah dilakukan tracking terhadap kontak dekat, ada sekitar 200 orang yang ditracking dan dalam waktu dekat akan dilakukan swab test,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua RT setempat, Sumbarjo Tangki mengatakan, ia bersama warga Brobahan lainnya pergi melayat saat ibu GT yang meninggal dunia. Namun, saat GT meninggal dunia, mereka tidak pergi melayat, karena pada saat itu sudah diketahui jika almarhum ibu GT positif Covid-19.

“Dalam satu RT di tempat saya, terdapat 46 kepala keluarga (KK), namun yang melakukan kontak dengan keuarga adik GT yang baru meninggal tadi malam dan satu keluarganya positif Covid-19, hanya sekitar 6 KK yang rumahnya berdekatan,” terangnya.

Jajaran Polresta Banyumas bersama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyumas melakukan penyemprotan disinfetan di sepanjang Jalan Brobahan serta area lapangan dan sekitarnya. Kurang lebih ada 40 personel yang dikerahkan beserta dua kendaraan rantis.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Banyumas, Sadiyanto mengatakan, dengan adanya penambahan kasus positif Covid-19 dan korban yang meninggal dunia, maka sampai dengan hari ini jumlah total kasus Covid-19 di Banyumas mencapai 200 orang.

Dari jumlah tersebut yang masih menjalani perawatan ada 18 orang dan yang meninggal dunia bertambah menjadi 6 orang. Sementara 176 orang lainnya, dinyatakan sembuh.

BanyumasCOVID-19Jateng
Comments (0)
Add Comment