Dinas Dorong Pelaku Usaha di Lampung Maksimalkan Promosi Digital

Editor: Koko Triarko

LAMPUNG – Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Lampung mendorong pelaku usaha kecil, mikro dan menengah, maksimalkan promosi digital.

Agus Nompitu, Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Lampung, mengatakan, secara nasional pelaku UMKM ikut terdampak pandemi Covid-19, dan salah satu cara bertahan dengan memanfaatkan sistem digital untuk menawarkan produknya.

Dukungan bagi pelaku UMKM untuk menggunakan promosi digital, cocok dilakukan saat pandemi Covid-19. Penjualan produk kuliner yang semula dilakukan langsung mulai berpindah ke sistem digital. Pentingnya menjaga keberadaan UMKM di Lampung, karena mampu menyerap 97 persen tenaga kerja. Keberadaan UMKM tersebut memegang peranan penting dalam pergerakan ekonomi daerah.

Agus Nompitu, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Lampung, saat webinar dengan tema kunci sukses bisnis kuliner di masa new normal, Rabu (12/8/2020). -Foto: Henk Widi

Di peovinsi Lampung, Agus Nompitu, menyebut sejak Maret sudah mulai terdampak Covid-19 sangat terasa bagi sejumlah pelaku UMKM. Pelaku usaha sangat terganggu dari sisi penjualan, kunjungan konsumen dan omzet. Peningkatan usaha UMKM tersebut perlu didukung oleh pemangku kepentingan, di antaranya pemerintah daerah dan penyedia layanan aplikasi, provider.

“Melalui sinergi lintas sektoral, maka berpotensi mendongkrak ekonomi berbasis UMKM di Lampung, penggunaan promosi digital bisa memaksimalkan sejumlah layanan promosi dan penggunaan internet yang ditawarkan oleh sejumlah provider telekomunikasi,” terang Agus Nompitu, saat webinar bagi pelaku UMKM di Lampung, Rabu (12/8/2020).

Sinergi lintas sektoral tersebut, lanjut Agus Nompitu berpotensi me-recovery kondisi UMKM saat pandemi Covid-19. Secara khusus bagi para pelaku usaha kuliner, ia menyebut pendampingan telah dilakukan Dinas Koperasi dan UKM Lampung. Di antaranya dengan penggunaan promosi digital serta metode pembayaran berbasis dompet digital.

Eksistensi UMKM bidang kuliner, menurutnya ikut berdampak bagi sektor usaha lain. Penggunaan promosi digital bersinergi dengan penyedia layanan transportasi online, ikut meningkatkan penjualan. Sebab, sejumlah konsumen mulai memanfaatkan jasa pengiriman memakai ojek online (ojol). Para pegiat UMKM disebutnya akan membantu peningkatan omzet penjualan.

“Eksistensi sejumlah UMKM juga mendorong sumber peningkatan omzet bagi para pelaku ojek online,” terang Agus Nompitu.

Sesuai data, selama pandemi Covid-19, ada 2130 taksi online ikut terdampak masa pandemi Covid-19. Program promosi digital sekaligus penjualan berbasis online, ikut membantu sejumlah pelaku usaha ojek online. Keberadaan ojek online bisa dimaksimalkan oleh pelaku UMKM untuk menjangkau sebanyak mungkin konsumen.

Iqbal Syarib, salah satu pembicara dalam webinar, membagikan tips meningkatkan omzet penjualan. Salah satu strategi yang tepat saat masa pandemi Covid-19 dengan melakukan aplikasi digital. Platform digital untuk promosi, penjualan, pengiriman hingga proses pembayaran. Pemilik usaha sambal alu Lampung itu, menyebut pelanggan menjadi salah satu sumber peningkatan omzet.

“Sejumlah platform digital yang disediakan berupa youtube, media sosial, adwords, brosur sangat membantu peningkatan omzet,” paparnya.

Bagi sejumlah pelaku usaha, terutama usaha kuliner, proses mencari pelanggan bisa dilakukan dengan sejumlah strategi. Penyiapan desain, pengemasan dan promosi digital melalui brosur. Sejumlah aplikasi wirausaha yang disediakan oleh provider telekomunikasi, bisa dimanfaatkan. Terlebih keuntungan bisa diperoleh dengan penggunaan teknologi digital.

Meliyana, salah satu pelaku usaha kuliner, menyebut digitalisasi promosi sangat efektif dan efesien. Pemanfaatan promosi memakai media sosial, bisa mengoptimalkan penjualan. Pemilik usaha kuliner di Jalan Pagaralam, gang PU, tersebut masih bertahan saat new normal. Penjualan produk kuliner tetap bisa dilakukan secara online.

“Strategi promosi digital sangat penting, karena bisa menghubungkan antara konsumen dan produsen,” terang Meliyana.

Penjualan yang tetap bertahan juga dialami oleh Nuryanti, pemilik usaha kuliner di Teluk Betung. Promosi dilakukan olehnya memakai promosi digital, meskipun ia tetap melakukan penjualan secara langsung. Sebagian promosi yang dilakukan, di antaranya memakai Facebook, Instagram, sehingga tetap terhubung ke pelanggan dan meningkatkan omzet.

BandardigitalKoperasiLampungpandemipromosiUKM
Comments (0)
Add Comment