Dinas Pendidikan Kebumen Berlakukan Syarat Pembelajaran Tatap Muka

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

KEBUMEN – Meskipun masih berstatus zona kuning, Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Kebumen sudah mempersiapkan persyaratan pembelajaran tatap muka yang sangat ketat. Tidak hanya mengatur metode belajar yang harus menerapkan protokol kesehatan, namun juga sampai mengatur cara siswa berangkat ke sekolah dan lainnya.

Kepala Dinas Pendidikan Kebumen, Moh. Amirudin mengatakan, pembelajaran tatap muka di Kebumen baru diperbolehkan jika Kebumen sudah masuk zona hijau. Hal tersebut menjadi syarat mutlak. Dan proses pembelajaran tatap muka juga harus dipastikan aman bagi siswa dan guru.

“Untuk petunjuk teknis, memang kita buat sedetil mungkin, demi memberikan perlindungan kepada siswa dan guru,” katanya, Kamis (6/8/2020).

Dalam peraturan yang dikeluarkan Disdik Kabupaten Kebumen, ada beberapa larangan yang harus dipatuhi untuk pembelajaran tatap muka. Antara lain, kegiatan ektrakurikuler dan pengembangan diri seperti saalat berjamaah tidak diperbolehkan, termasuk pembelajaran praktik olah raga dan pendidikan agama.

Selama proses pembelajaran, guru juga dilarang meninggalkan ruang kelas dan tidak ada jam istirahat. Siswa juga dilarang berkerumun di luar kelas, jajan di kantin sekolah ataupun lingkungan sekolah serta dilarang berangkat ke sekolah menggunakan kendaraan umum.

Bagi siswa yang tidak mempunyai kendaraan pribadi, disarankan untuk berjalan kaki atau naik sepeda. Dan selama berada di sekolah, baik siswa ataupun guru dilarang melakukan kontak fisik dalam bentuk apapun, termasuk bersalaman.

“Kita juga memperhatikan kemampuan ekonomi orang tua siswa, sehingga untuk guru dilarang keras menjual atau mengarahkan siswa untuk membeli Lembar Kegiatan Siswa (LKS). Sebaliknya LKS dibuat sendiri oleh guru, sehingga tidak menimbulkan biaya yang harus dibayar orang tua siswa,” kata Amirudin.

Sementara itu, untuk proses pembelajaran tatap muka juga harus mematuhi berbagai aturan. Diantaranya, setiap kelas dibatasi melakukan pembelajaran tatap muka hanya 3 hari dalam satu minggu dan dibatasi hanya 4 jam pelajaran dengan durasi waktu tertentu.

Untuk tingkat SMP dan Paket B misalnya, dengan durasi waktu 4 x 40 menit, untuk Paket C 4 x 45 menit, untuk siswa SD dan Paket A 4 x 35 menit dan untuk siswa PAUD pembelajaran 2 jam per hari, selama 2 x 30 menit.

Tempat duduk siswa harus tetap dan tidak boleh berpindah-pindah. Dan jarak antartempat duduk minimal 1,5 meter.

“Untuk pembelajaran tatap muka juga harus mendapatkan persetujuan dari gugus tugas penanganan Covid-19 Kebumen, pemkab, sekolah, komite sekolah dan wali murid,” terangnya.

Terpisah, Koordinator Bidang Humas Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Kebumen, Cokro Aminoto mengatakan, sampai saat ini status Kebumen masih zona kuning. Dengan total jumlah kasus positif Covid-19 sebanyak 104 orang, 24 orang diantaranya masih dalam isolasi dan perawatan, 2 orang meningal dunia dan 78 orang sembuh.

“Kita menerima hasil swab test terakhir kemarin, ada penambahan dua kasus positif, yaitu ABM (18) laki-laki dan AH (49), perempuan. Keduanya sekarang menjalani isolasi di Bonorowo dan Kecamatan Kebumen,” pungkasnya.

GuruJatengkelassiswa
Comments (0)
Add Comment