Disdik Bekasi Laksanakan Simulasi Belajar Tatap Muka di Enam Sekolah

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

BEKASI — Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Uu Saeful Mikdar menegaskan bahwa, simulasi belajar tatap muka di enam sekolah dari tingkat SD sampai SMP yang dilaksanakan hanya sebagai persiapan sebelum dibukanya belajar tatap muka secara resmi.

“Simulasi yang diberlakukan di Kota Bekasi ini murni bentuk persiapan jika Kota Bekasi sudah zona hijau sehingga memungkinkan belajar tatap muka,” tegas Uu, dikonfirmasi Cendana News terkait berjalannya belajar tata muka di enam sekolah, Kamis (6/8/2020).

Dikatakan bahwa hal tersebut hanya sebagai persiapan dan peserta didik di Kota Bekasi tetap diwajibkan mengikuti belajar dari rumah (BDR) dengan menegaskan Kota Bekasi belum diperbolehkan melakukan belajar tatap muka karena belum zona hijau.

Simulasi yang digelar di enam sekolah tersebut hanya untuk melatih dan kedepan bisa menjadi percontohan jika belajar tatap muka diperbolehkan. Menurutnya simulasi tidak dilakukan setiap hari tetapi secara berkala hingga akhir Agustus 2020.

Simulasi role model pembelajaran tatap muka tidak bersifat menggantikan pembelajaran daring/belajar dari rumah (BDR), sebagaimana diarahkan oleh Kementerian Pendidikan dan
Kebudayaan.

Kegiatan simulasi belajar tatap muka di sekolah atas kesepakatan bersama antara Dinas Pendidikan, Kantor Kementerian Agama, Dewan Pendidikan, dan Badan Musyawarah Perguruan Swasta Kota Bekasi.

Ada pun enam sekolah yang ditetapkan sebagai Role model tersebut diketahui SMP Negeri 2 Kota Bekasi, SMP Victory, SMP Nassa, SD Negeri Pekayonjaya VI, SD Negeri Jaticempaka VI dan SD Al Azhar VI.

Disdik akan menghentikan simulasi pembelajaran tatap muka yang dilakukan oleh satuan pendidikan yang dijadikan role model apabila terindikasi dalam kondisi tidak aman atau tidak sesuai dengan prosedur operasi standar.

Sebelumnya, Gubernur Jabar Ridwan Kamil dalam setiap kesempatan menegaskan bahwa kegiatan belajar mengajar di sekolah secara tatap muka di wilayah setempat bisa dilakukan di kecamatan atau kelurahan berstatus Zona Hijau dengan menerapkan protokol kesehatan COVID-19 yang ketat.

Protokol yang dimaksud antara lain pembatasan hingga 50 persen dari jumlah kapasitas murid dalam satu kelas dan pembagian jadwal murid masuk sekolah Senin-Selasa-Rabu dan Kamis-Jumat-Sabtu.

“Kami izinkan (sekolah dibuka) tapi tetap dengan kewaspadaan. Dimulai dari SMA/SMK/MA dulu baru kemudian SMP, SD, dan seterusnya,” ujar Kang Emil.

bekasiJabar
Comments (0)
Add Comment