Kelompok Konservasi Cilacap: Banyak Penyu Mati Terperangkap Jaring Nelayan

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

CILACAP — Dalam waktu sekitar dua bulan, ditemukan ada lima ekor penyu yang mati di Pantai Teluk Penyu, Kabupaten Cilacap. Beberapa penyu mati akibat terperangkap jaring nelayan dan ada yang terkena baling-baling kapal.

Koordinator Kelompok Konservasi Penyu Nagaraja Cilacap, Jumawan di Cilacap, Rabu (12/8/2020). (FOTO : Hermiana E.Effendi)

Koordinator Kelompok Konservasi Penyu Nagaraja Cilacap, Jumawan mengatakan, kasus kematian penyu di Pantai Teluk Penyu mulai ditemukan pada bulan Juli. Hingga saat ini sudah ada 5 ekor yang ditemukan mati.

“Tentu kita merasa sangat prihatin dengan banyaknya penyu yang ditemukan mati, karena penyu ini merupakan salah satu hewan yang dilindungi,” jelasnya, Rabu (12/8/2020).

Lebih lanjut Jumawan menjelaskan, kondisi saat ini merupakan musim penyu bermigrasi untuk bertelur. Arus laut yang deras menjadi ancaman dalam proses migrasi, sebab bisa menghempaskan penyu dan membuatnya terbentur batu karang. Ditambah lagi adanya jaring nelayan serta baling-baling kapal yang juga menjadi ancaman bagi mereka.

“Penyu jika mengalami luka, baik terbentur karang ataupun terkena jaring nelayan, meskipun kemudian dilepas lagi di lautan, jarang di antaranya yang bisa bertahan hidup, karena sudah terluka,” terangnya.

Bangkai penyu pertama ditemukan pada awal bulan Juli 2020 di Pantai Glempang Pasir, Kecamatan Adipala, Kabupaten Cilacap. Penyu tersebut merupakan Penyu Lekang. Penyu kedua serta ketiga yang ditemukan mati berlokasi di Pantai Sodong, Adipala dengan jenis yang sama yaitu Penyu Lekang.

Kemudian bangkai juga ditemukan di Pantai Jetis, Kecamatan Nusawungu, Kabupaten Cilacap. Penyu yang ditemukan merupakan jenis Penyu Belimbing. Terakhir pada Sabtu (8/8/2020) lalu, ditemukan bangkai Penyu Hijau di Pantai Teluk Penyu Cilacap.

“Penyu Belimbing yang bangkainya ditemukan di perairan selatan, juga diindikasikan sedang bermigrasi dan terhempas arus deras,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Masyarakat Mitra Polhut Nusakambangan Timur (MPP NKT) Cilacap, Tarmuji mengatakan, untuk Penyu Hijau yang ditemukan mati di Pantai Teluk Penyu kemungkinan besar disebabkan tersangkut jaring nelayan dalam waktu yang cukup lama. Sebab, tidak ditemukan adanya luka bekas benturan benda keras ataupun benda tajam.

“Tidak ada luka di tubuh penyu, sehingga kemungkinan besar ia terperangkap di jaring nelayan dalam waktu yang lama sampai mati. Bangkai penyu sudah langsung kita kuburkan,” katanya.

Tarmuji mengimbau kepada masyarakat serta para nelayan di Cilacap untuk ikut menjaga kelestarian penyu. Sebab, kawasan pantai di Cilacap dikenal kaya akan habitat penyu, sampai salah satu pantai diberi nama Teluk Penyu.

CilacappenyuTeluk Penyu
Comments (0)
Add Comment