Manfaatkan Pekarangan, Warga Sleman Budidayakan Lele dalam Ember

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

YOGYAKARTA — Pemanfaatan lahan pekarangan rumah untuk kegiatan produktif di bidang pertanian dan perikanan semakin marak dilakukan masyarakat beberapa tahun terakhir.

Untuk mengatasi minimnya lahan yang ada, berbagai sistem teknologi terbaru di bidang pertanian maupun perikanan pun diterapkan. Mulai dari sistem hidroponik, aquaponik, tabulampot, hingga bioflok.

Salah satu sitem perikanan di lahan perkotaan yang tergolong baru dan marak belakangan ini adalah sistem budidaya ikan lele di dalam ember.

Memanfaatkan media ember plastik sebagai kolam, sitem ini disukai karena berbagai kelebihannya. Antara lain tidak memakan tempat, tidak menimbulkan bau, biaya murah serta mudah dalam pemanenan.

Di Yogyakarta, sistem budidaya ikan lele dengan ember mulai berkembang sejak beberapa waktu terakhir. Ditunjukkan dengan benyaknya elemen masyarakat yang mulai tertarik menggunakan sistem ini.

Rusdi, warga Sangubanyu Sumber Rahayu, Moyudan sleman adalah salah satunya. Lelaki satu ini mengaku mencoba memanfaatkan sistem budidaya ikan lele dengan ember semenjak satu minggu terakhir.

Bekerjasama dengan salah satu lembaga yang bergerak di bidang keuangan, ia mencoba sistem ini di pekarangan sempit rumahnya. Memanfaatkan lahan seluas hanya 1×2 meter ia mengaku memelihara sekitar 500 ekor lele.

“Saya hanya memanfatkan 5 buah ember untuk memelihara sekitar 500 ekor bibit lele. 1 ember volume 80 liter, diisi 75-80 ekor lele. Karena sesuai patokan 1 liter maksimal hanya untuk 1 ekor lele,” jelasnya Rabu (05/08/2020).

Dijelaskan Rusdi sistem budidaya lele dengan ember, pada intinya sama dengan sitem bioflok, hanya saja dengan skala yang lebih kecil. Pada sistem ini wajib dilakukan pergantian air secara rutin untuk menjaga kualitas air serta menghindari bau.

“Di bagian bawah ember dibuat lubang pembuangan. Sehingga jika air mulai kotor dan bau, bisa dibuka untuk membuang kotoran. Kemudian diganti dengan air baru”, katanya.

Sementara di bagian atas ember yakni dibagikan tutup, bisa digunakan untuk menanam sayuran seperti bayam, kangkung, selada. Yakni dengan menerapkan sistem aquaponik.

“Di bagian atas bisa untuk menanam sayuran. Yakni dengan memanfaatkan gelas plastik yang dilubang. Nanti akar tanaman akan menyerap nutrisi dalam kolam ember. Sehingga tidak perlu pupuk sama sekali,” jelasnya.

Dengan jangka waktu sekitar 2,5-3 bulan, diharapkan selain bisa panen ikan lele warga juga bisa panen sayuran sekaligus. Sehingga warga pun bisa mendapatkan asupan protein maupun vitamin pada sayuran.

“Untuk biaya pembuatan cukup mudah, satu ember hanya membutuhkan sekitar Rp50 ribu saja. Itu pun masih bisa ditekan jika kita mau menggunakan bahan bekas yang didaur ulang,” pungkasnya.

aquaponikDIYhidroponikTabulampotYogyakarta
Comments (0)
Add Comment