Maura Farm Kembangkan Budi Daya Kembang Kol Sistem Hidroponik

Editor: Koko Triarko

BEKASI – Sukses mengembangkan beragam jenis sayuran melalui sistem hidroponik, Maura Farm mencoba mengembangkan budi daya kembang kol melalui cara yang sama dan lebih modern.

Bunga kol (Brassica oleraceae) merupakan salah satu jenis sayuran yang biasanya hanya  tumbuh di dataran tinggi, namun berkat kemajuan teknologi budi daya, bunga kol pun bisa dikembangkan di dataran rendah, bahkan melalui cara hidroponik di perkotaan.

“Budi daya kembang kol sama dengan sayuran lainnya melalui sistem hidroponik, melalui media cocopit, sekam bakar untuk di pot, atau rockwool dan hidroton ditanam di media pipa,” ungkap Agus Suryono, pengelola Maura Farm di Vida, Senin (3/8/2020).

Agus Suryono, dan pengelola Maura Farm mengatakan mulai mengembangkan kembang kol melalui sistem hidroponik, di samping sayuran lainnya, Senin (3/8/2020). –Foto: M Amin

Dikatakan, bahwa budi daya kembang kol melalui sistem hidroponik memiliki waktu 1,5 bulan bisa panen. Hasilnya pun lebih maksimal, kembang kol lebih putih dan bersih.

Agus mengakui, bahwa tahap uji coba dirinya mengembangkan dua sistem, satu menggunakan media pipa. Untuk hasil maksimal, maka jarak diatur lebih panjang mencapai 20 centimeter. Hal tersebut karena daun bunga kol lebih lebar dan mengembang.

“Saya sarankan untuk pengembang bunga kol lebih maksimal menggunakan media ember, karena akaranya lebih leluasa dan kembangkan akan lebih baik lagi,” tukasnya, mengaku untuk media pipa sudah dipanen saat Cendana News ke lokasi gallery maura farm.

Namun demikian, jelasnya, budi daya kembang kol melalui sistem hidroponik tidak berbeda dengan jenis sayuran lainnya sangat mengandalkan nutrisi. Begitu pun jika menggunakan media cocopit dicampur sekam bakar, tetap dilakukan penyiraman dengan pemberian nutrisi minimal satu minggu dua kali.

Agus Suryono, yang fokus mengembangkan hidroponik di wilayah perkotaan, saat ini telah memiliki cabang maura farm dua di wilayah Vida dengan 20 ribu lubang.

“Ini sistem kerja sama dengan pemilik lahan Vida, saat ini ada aneka jenis tanaman sayuran melalui hidroponik, meliputi Selada roman, lorosa atau selada merah, kale, bayam putih, daun bawang, kangkung, pokcai,” jelasnya.

Menurutnya, saat ini sayuran yang dihasilkan melalui penanaman sistem hidroponik, kian diminati masyarakat Kota Bekasi. Tak heran, hal tersebut membuat geliat penanaman sistem hidroponik kian berkembang.

“Pengembangan hidroponik menjadi satu cara untuk menjaga ketahanan pangan, dan jika dikelola maksimal bisa memberikan keuntungan. Bisa dilakukan siapa saja di atas lahan terbatas,” pungkasnya .

bekasiFarmhidroponikJabar
Comments (0)
Add Comment