Mayoritas Gedung KUA di DKI Jakarta Memprihatinkan

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

JAKARTA – Mayoritas kondisi fisik gedung Kantor Urusan Agama (KUA) di wilayah Provinsi DKI Jakarta tampak memprihatinkan. Dari total 44 gedung KUA, 39 di antaranya masuk kategori tidak layak huni.

“Sangat memprihatinkan kondisi KUA, padahal lokasinya di wilayah Ibukota Jakarta, kondisinya sangat buruk dan tidak layak. Sebagian besar bangunannya rusak berat bahkan ada beberapa yang atapnya hampir roboh,” ujar Wakil Menteri Agama (Wamenag), Zainut Tauhid, usai meninjau langsung kondisi sejumlah KUA, berdasarkan rilis yang diterima Cendana News, Selasa (4/8/2020) di Jakarta.

Zainut mengungkapkan, bahwa memang mayoritas bangunan gedung KUA di Provinsi DKI Jakarta dibangun pada tahun 1992, dan sebagian besar di antaranya belum pernah direnovasi.

“Kantor KUA tersebut rata-rata dibangun pada tahun 1992 oleh Pemda DKI Jakarta dan belum pernah dilakukan renovasi besar” tambahnya.

Selain itu, Zainut mengatakan, permasalahan utama yang dihadapi kantor KUA wilayah DKI Jakarta adalah karena lokasi bangunannya berada di atas tanah Pemda DKI sehingga Kementerian Agama (Kemenag) tidak bisa melakukan pembangunan baik renovasi besar maupun renovasi total.

“Karena ada Peraturan Menteri Keuangan No. 138 Tahun 2019 yang tidak membolehkan membangun bangunan di atas tanah yang bukan miliknya,” tandas Zainut.

Pemda DKI sendiri, karena merasa urusan agama itu menjadi urusan pemerintahan yang tidak diotonomkan atau masih menjadi urusan Kemenag, maka perawatan dan renovasi KUA tidak dimasukkan ke dalam anggaran APBD-nya.

“Setelah kunjungan lapangan ini saya ingin silaturahmi dengan Bapak Gubernur DKI Jakarta untuk membicarakan masalah ini, semoga ada solusi dan jalan keluar yang baik dari permasalahan ini,” ungkap Zainut.

Pemda DKI Jakarta selama ini memiliki perhatian yang sangat besar untuk program bidang agama, khususnya untuk pendidikan agama dan keagamaan. Bantuan untuk guru madrasah, guru ngaji, merbot masjid, ustaz dan pengasuh pondok pesantren yang dialokasikan di APBD selama ini sangat besar.

“Untuk hal tersebut saya meyakini Bapak Gubernur DKI Jakarta pasti akan memberikan perhatian masalah kantor KUA ini,” pungkas Wamenag.

Dalam kunjungan tersebut Wamenag didampingi Direktur Bina KUA, Muharam Marzuki, Sekretaris Dirjen Bimas Islam, Tarmizi Tohor dan Kepala Kanwil Kemenag DKI Jakarta Syaiful Mujab.

gedungJakartaKUAPemda
Comments (0)
Add Comment