Peluang Bisnis Pakan Burung, Bermula dari Hobi Membawa Rejeki

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

LAMPUNG – Tren pehobi burung kicau, burung balap, ayam hias  marak memberi rejeki bagi bisnis pakan burung.

Samino, pemilik usaha penjualan pakan menyebut sejak belasan tahun silam ia hobi memelihara berbagai jenis burung. Jenis perkutut, kacer, love bird hingga jalak dipeliharanya. Bermula dari hobi tersebut ia memilih membuka usaha berjualan pakan burung dan kebutuhan lainnya.

Peluang usaha yang erat dengan hobinya menurut Samino dimulai dengan modal kurang dari Rp15 juta. Memulai dengan rumah sederhana ia mulai membuat toko untuk displai barang dagangannya.

Usaha pakan burung sangat dibutuhkan bagi pehobi kicau mania yang kini disukai anak-anak hingga orang dewasa. Kicau mania semakin bertambah seiring pandemi Covid-19 memaksa banyak orang berada di rumah.

Sebagai toko pakan burung ia juga menyediakan pakan ikan hias, ikan konsumsi, udang hingga obat-obatan. Barang wajib yang disediakan meliputi sangkar, jaring, berbagai jenis peralatan untuk memelihara ayam terbuat dari bambu, kayu dan rotan.

Kebutuhan kicau mania akan pakan hidup jenis kroto telur semut rangrang, cacing darah untuk ikan hias juga disediakan.

“Awalnya fokus untuk pakan burung, obat-obatan dan sangkar namun terus berkembang memenuhi kebutuhan masyarakat dengan berbagai jenis barang yang erat kaitannya dengan budidaya ikan, burung dan hobi lainnya untuk pakan anjing, kucing, hamster,” terang Samino saat ditemui Cendana News, Selasa (4/8/2020).

Setiap hari toko yang buka sejak pukul 07.00 pagi hingga pukul 17.00 sore tersebut ramai dikunjungi pelanggan. Dominan pelanggan membutuhkan pakan burung, ikan dan obat-obatan.

Omzet penjualan menurutnya menyesuaikan volume pakan yang dijual serta jenis barang lain. Sebab penjualan pakan dilakukan dengan sistem eceran, kemasan hingga sak atau karung.

Per kilogram pakan pelet ikan dijual dengan ukuran minus 1 hingga P 1000 mulai harga Rp10.000 hingga Rp15.000. Sementara jenis pur burung dan ayam dijual mulai harga Rp6.000 hingga Rp15.000. Berbagai jenis obat-obatan dijual mulai Rp20.000 hingga Rp50.000, kandang ayam dan sangkar burung dijual mulai Rp25.000 hingga Rp300.000.

“Kalau omzet harian dirata-rata mencapai satu hingga dua juta, namun selama pandemi Covid-19 justru bisa tembus hingga tiga juta,” cetusnya.

Faktor peningkatan omzet penjualan dipengaruhi tren hobi kicau mania yang meningkat dan ikan hias. Selain itu ketahanan pangan masyarakat dengan tren budidaya ikan lele dalam ember, kolam terpal berimbas kebutuhan pakan meningkat.

Kegiatan warga yang lebih banyak di rumah untuk mengurus burung, ayam, ikan hias dan ikan konsumsi mendongkrak kebutuhan pakan.

“Toko sekaligus menjadi ajang bertemunya para pehobi burung dan ikan, tukar pengalaman dan ilmu sembari membeli kebutuhan pakan,” papar Samino.

Sebagai pehobi burung Samino menyebut bisa ikut berbagi dengan pehobi lain. Kebutuhan kandang sesuai jenis burung dari bahan kayu, bambu hingga besi harus dikuasai.

Sebab pemilihan kandang tepat akan menjadi peluang untuk pehobi sekaligus berbisnis. Peluang tersebut dilakukan dengan membuat tempat penangkaran murai, kacer dan lover bird serta ayam bangkok.

Usaha berjualan pakan disebut Samino menjadi mata rantai usaha lain. Sebab perputaran bisnis pakan mendukung para penangkar burung, pembudidaya ikan hias dan ikan konsumsi.

Sebagai solusi untuk saling melancarkan usaha kebutuhan pakan ikan konsumsi bisa diberinya kelonggaran. Kebutuhan pakan ikan lele hingga beberapa kuintal bisa dihutang dan akan dibayar saat ikan terjual.

“Budidaya ikan lele bisa berputar bisnisnya setiap bulan sehingga pinjaman pakan bisa cepat dibayar,” cetusnya.

Harsono, pemilik ternak ayam bangkok menyebut dengan keberadaan usaha penjualan pakan ia diuntungkan. Meski telah membuat pakan dari jagung, bekatul namun asupan pakan pur dan obat-obatan masih dibutuhkannya.

Vitamin untuk ayam bangkok yang dipelihara membuat ayam tetap sehat. Jenis ayam bangkok menurutnya bisa dijual dengan harga puluhan ribu hingga ratusan ribu rupiah.

“Usaha ternak ayam bangkok saya juga didukung keberadaan usaha penjualan pakan,” papar Harsono.

Pehobi burung merpati bernama Obel di Penengahan menyebut, kebutuhan kandang dan pakan sangat penting. Membeli dari toko milik Samino ia menyebut burung merpati balap miliknya selalu butuh pakan dan vitamin. Kerap memenangkan sejumlah kontes merpati balap dengan segudang sertifikat membuat harga jual mahal.

Obel (kanan) pehobi burung merpati balap membutuhkan pakan dan kandang untuk membawa burung dalam latihan maupun pertandingan, Selasa (4/8/2020) – Foto: Henk Widi

“Harga jual anakan dari indukan yang kerap menang ikut terdongkrak sehingga asupan pakan harus selalu dijaga,” cetusnya.

Jenis pakan yang kerap dibeli menurut Obel berupa pur dan butiran jagung. Saat kandang yang digunakan untuk puluhan merpati balap rusak ia membeli dari toko milik Samino.

Hobi merpati balap yang semakin disukai anak-anak selama pandemi Covid-19 juga menurutnya memberi peluang mendapat uang.

Sebab anakan merpati balap siap dilatih bisa dijualnya seharga Rp100.000 per ekor. Hobi disebutnya bisa menjadi sumber rejeki.

BurunghobiLampungPakan
Comments (0)
Add Comment