Penangkaran Penyu, Spot Unik di Pantai Minangruah Lamsel

Editor: Mahadeva

LAMPUNG – Kesunyian Pantai Minangruah di Lampung Selatan (Lamsel) ketika tidak dikunjungi wisatawan, menarik kedatangan penyu sisik untuk bertelur. Dan aktivitas penangkaran penyu yang dilakukan oleh pengelola Pantai Minangruah Bahari di Desa Kelawi bisa menjadi spot unik, saat berlibur ke pantai tersebut.

Saiman Alex, Ketua Pokdarwis Minangruah Bahari menyebut, penyu sisik banyak yang bertelur di pasir Pantai Minangruah. Hal itu menarik minta pengelola untuk melakukan penangkaran sejak tiga tahun silam. Dan masa bertelur penyu di Juni hingga Oktober, menjadi momentum untuk melakukan aktivitas tersebut.

Petugas khusus akan melakukan pengawasan di area pasir dengan luas lebih dari tiga hektare, untuk mencari lokasi telur penyu. Tujuannya, lokasi tersebut tidak terganggu bahkan terinjak oleh wisatawan.

Penangkaran penyu dilakukan untuk menjaga kelestarian penyu beriringan dengan aktivitas wisata. Keberadaan penyu memiliki daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Sebab tidak banyak pantai di wilayah Lamsel menjadi lokasi penyu bertelur.

Penyu sisik yang sering bertelu di kawasan Panti Miangruah, Minggu (13/8/2020) – Foto Henk Widi

“Objek wisata bahari pantai Minangruah memiliki sajian pasir putih yang indah, air yang jernih dan sekaligus menjadi tempat bertelur penyu yang bisa menjadi atraksi menarik bagi wisatawan yang belum pernah melihatnya,” terang Alex Saiman kepada Cendana News, Minggu (23/8/2020).

Sepanjang Juli hingga Agustus, Saiman Alex telah menemukan ratusan butir telur penyu. Semua telur penyu tersebut dievakuasi dari lokasi bertelur, karena area berpasir digunakan untuk aktivitas wisatawan bermain. Di lokasi relokasi, tempat penetasan dan penangkaran dilengkapi kolam untuk sarana adaptasi tukik atau anak penyu. Sementara, lokasi penetasan penyu sering dijadikan tempat swafoto oleh wisatawan.

Telur penyu bisa menetas 42 hingga 55 hari setelah dikeluarkan oleh induknya. Keberadaan telur dijaga oleh pengelola, hingga akhirnya menetas mengeluarkan tukik. Setelah dibesarkan di kolam khusus, tukik akan dilepasliarkan ke laut.  “Pelepasliaran tukik menjadi kegiatan yang diminati wisatawan sekaligus menjadi program wisata berbasis konservasi,” terang Saiman Alex.

Salah satu petugas Edi Nurmaidi, kerap menemukan telur penyu saat pagi hari. Ia rutin memeriksa pada malam hari, ketika penyu sedang bertelur. Saat ditemukan lokasi bertelur, ia akan memberi tanda dengan bambu dan melalukan evakuasi pada pagi harinya. Evakuasi dilakukan agar telur penyu tidak terinjak pengunjung saat melakukan aktivitas seperti mengendarai ATV.

Kawasan perairan Minangruah disebut Edi Nurmaidi menjadi lokasi yang mendukung penyu untuk bertelur. Kehadiran penyu yang berenang di tengah laut, jadi salah satu atraksi menarik bagi wisatawan yang berkunjung ke green canyon, goa lalai dan batu alif. “Saat beruntung wisatawan bisa bertemu penyu yang mencari makan di wilayah pantai Minangruah jadi pemandangan menarik,” cetusnya.

Lampunglampung selatanpantai minangruahpenangkaran penyupenyu
Comments (0)
Add Comment