Perkantoran jadi Sorotan Penyebaran Covid-19 di Padang

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

PADANG – Kawasan perkantoran di Kota Padang, Sumatera Barat, menjadi sorotan baru sebagai tempat penyebaran Covid-19. Hal ini setelah adanya 19 orang positif yang bekerja di salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di daerah itu.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang, Feri Mulyani, mengatakan, dari hasil laboratorium kemarin ada 19 orang karyawan di BUMD di Padang yang dinyatakan positif Covid-19. Kini pihaknya melakukan upaya tes swab kepada 1.150 Karyawan BUMD dan BUMN di daerah Kota Padang.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang, Feri Mulyani, saat ditemui sebelum adanya Covid-19/Foto: M Noli Hendra

“Swab akan dilakukan secara maraton Senin sampai Rabu mendatang. Karena memang kita sangat khawatir dengan kondisi ini,” katanya, Selasa (4/8/2020).

Sembari melakukan tes swab secara berturut-turut hingga Rabu besok mengingat jumlah begitu banyak kepada karyawan yang positif tersebut, juga sudah dilakukan isolasi mandiri sampai dikarantina dan dirawat di RS Kota Padang.

Sementara khusus untuk salah satu BUMN, mulai hari ini Selasa (4/8) sampai Rabu (5/8) akan dilakukan swab untuk 600 karyawan BUMN dalam rangka memutus mata rantai penularan Covid-19 di Kota Padang.

Menurutnya, selain karyawan BUMN tersebut, juga akan melakukan swab sebanyak 150 orang bagi karyawan BUMD pada hari ini Selasa (4/8) juga. Tujuan hal ini dilakukan, karena Dinas Kesehatan berharap tidak terjadi penyebaran virus yang terlalu jauh.

“Dalam melakukan tes swab itu pun, kita memberlakukan aturan dalam penanganan kasus Covid-19 ini. Petugas yang boleh masuk kerja adalah petugas yang sudah di-swab dan hasil swabnya negatif,” ujar dia.

Feri menyatakan bagi petugas yang belum di-swab dan yang sudah di-swab, tapi hasilnya belum keluar, maka pihaknya meminta yang bersangkutan untuk melakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing.

Dikatakannya, meski ada tes swab itu, pelayanan di BUMD dan BUMN tetap berjalan dengan protokol kesehatan, yakni pakai masker, jaga jarak, yang diawasi sangat ketat oleh petugas.

Terkait kondisi ini, lebih dulu Pemerintah Provinsi Sumatera Barat telah melakukan langkah antisipasi penyebaran virus Covid-19 di kawasan perkantoran pemerintahan. Bahkan aturan terbaru menyatakan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang datang dari luar daerah, wajib melakukan tes swab.

Hal ini ditegaskan oleh Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno, menyikapi situasi tiga hari terakhir penambahan positif Covid-19 di Sumatera Barat merangkak naik. Sehingga kondisi demikian, mendapat perhatian serius Gubernur Irwan Prayitno. Terlebih, pasien positif baru didominasi ASN, tenaga kesehatan, pegawai BUMD dan BUMN

“Sekarang sudah muncul klaster baru di tempat kerja yang selama ini belum bermunculan. Klaster baru tersebut diantaranya salah satu BUMN, BUMD dan Kampus,” kata Irwan.

Bahkan kini beberapa daerah di Sumatera Barat pun berubah status dari hijau jadi kuning atau orange, dan kemungkinan ada nantinya masuk ke zona merah. Untuk itu, penting dilakukan upaya pengendalian.

Menyikapi hal tersebut, gubernur menginstruksikan kepada kepala SKPD untuk mengingatkan dan selalu mengarahkan staf di lingkungan kerja masing-masing agar mematuhi protokol kesehatan.

“Agar kepala SKPD dalam lingkup pemerintah Provinsi Sumatera Barat segera menindaklanjutinya. Jangan lalai dan anggap sepele. Bila ada kelalaian dan berakibat adanya konfirmasi positif di lingkungan kerja maka akan ada peringatan dari kami unsur pimpinan,” ujar gubernur dengan tegas.

Irwan menambahkan, peningkatan ini banyak berasal dari luar Sumatera Barat. Karenanya, ASN yang datang dari luar Sumatera Barat, diwajibkan tes swab dahulu terutama yang melalui udara dan darat.

Sementara berdasarkan tracking dan tracing, sebagian besar yang terpapar berasal dari luar Sumatera Barat. Untuk itu, ASN yang tiba dari zona merah, seperti Pulau Jawa dan beberapa provinsi lainnya wajib tes PCR, gratis tak ada biaya.

“Lindungi dan selamatkan keluarga serta rekan kerja. Saya minta kepala SKPD mengatur teknisnya,” pesan gubernur di akhir instruksi tertulisnya di group WA SKPD Provinsi Sumatera Barat.

Ia juga meminta kepada seluruh ASN yang baru pulang dari luar daerah, sebelum keluar hasil tes PCR-nya, dilarang masuk kantor dan hal ini agar jadi perhatian penting oleh seluruh Pimpinan SKPD dan seluruh pimpinan instansi pemerintahan, BUMN, BUMD dan lembaga lainnya di Sumatera Barat.

“Kita punya kekuatan Lab yang bisa bergerak cepat melakukan pemeriksaan sampel spesimen, sehingga tidak perlu berlama-lama menunggu hasil positif dan negatif. Sementara menunggu hasil, isolasi mandiri dulu,” tegasnya.

Dikatakannya, swab dapat dilakukan di rumah sakit rujukan yang telah ditunjuk dan gratis. Hal ini bertujuan menekan penyebaran virus yang berasal dari luar Sumatera Barat.

CovidklasterprotokolSumbar
Comments (0)
Add Comment