Program KRPL di Lamsel Bantu Masyarakat Cukupi Kebutuhan Sayuran

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

LAMPUNG — Tren pemanfaatan pekarangan untuk menanam sayuran dan buah meningkat di Lampung Selatan (Lamsel). Lahan terbatas tidak menghalangi masyarakat, terutama kaum wanita. Hal tersebut menyebabkan permintaan pot, polybag sebagai media tanam tersebut meningkat.

Astuti, salah satu anggota kelompok wanita tani (KWT) Sinar Harapan menyebutkan, pemenuhan kebutuhan sayuran bisa dipenuhi secara mandiri. Melalui program kawasan rumah pangan lestari (KRPL) kelompok memiliki kebun pembibitan untuk pasokan bagi wanita di Desa Bandar Agung, Kecamatan Sragi.

Memakai media tanam tanah, pupuk kompos anggota KWT secara swadaya berimprovisasi menggunakan kemasan makanan sebagai pot. Sebab jenis sayuran seledri, daun bawang, kangkung, kemangi, bayam bisa tumbuh dengan baik.

“Pot yang dibeli dari toko tetap digunakan, namun karena kurang selanjutnya digunakan media tanam alternatif bahan kemasan sisa minyak goreng, bekas mi instan styrofoam, gelas minuman bekas yang bisa diubah menjadi pot,” terang Astuti saat ditemui Cendana News, Senin (3/8/2020).

Wasinah, anggota KWT lainnya menyebut kebutuhan pot meningkat untuk mendukung program KPRL. Namun sebagian suami yang mendukung upaya kaum wanita memanfaatkan pekarangan mulai membuat instalasi hidroponik. Penggunaan pipa pvc dan penyiapan rak khusus untuk menempatkan pot dikombinasikan sesuai kebutuhan dan menyesuaikan estetika.

“Para suami kami juga sedang tren menanam bonsai sehingga butuh pot dan juga rak untuk memajang klop dengan tren menanam bagi kaum wanita,” cetusnya.

Selama masa pandemi Covid-19 memanfaatkan lahan untuk menanam diakui Wasinah meningkat. Pekerjaan di rumah namun menghasilkan untuk kebutuhan harian dengan sayuran menjadi kegiatan positif.

Johansah, pedagang pot di pasar Pematang Pasir, Kecamatan Ketapang menyebut tren menanam meningkatkan penjualan. Kebutuhan pot gantung, pot tempel dan jenis pot permanen berbagai ukuran meningkat sejak awal tahun.

“Permintaan pot bisa mencapai ribuan dalam sebulan oleh pedagang eceran dan konsumen langsung,”cetusnya.

Jenis pot yang dijual menurutnya mulai harga Rp5.000 hingga Rp100.000 sesuai ukuran. Tren hobi menanam dan ketahanan pangan keluarga melalui program KRPL ikut mendorong peningkatan penjualan pot.

Nory, salah satu penanam bunga dan buah menerapkan tekhnik tanam buah dalam pot (tabulampot). Cara tersebut ditempuh untuk efesiensi penggunaan lahan terbatas. Jenis tanaman buah jambu madu deli Medan, jeruk kunci, jambu jamaica dan alpukat ditanam dengan media tanam. Selain buah ia juga menanam bumbu dapur jenis kunyit jahe, kencur, kemangi di dalam pot.

Lampunglampung selatanLamsel
Comments (0)
Add Comment