RSUD Wongsonegoro Pastikan Semua Pasien Covid-19 Tertangani

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

SEMARANG — RSUD KRMT Wongsonegoro Semarang, memastikan kesiapan dalam menerima pasien rujukan covid atau menangani pasien suspek covid. Temasuk ketersediaan ruang isolasi, yang sudah bertambah menjadi 120 dari sebelumnya 96 tempat tidur.

Direktur RSUD KRMT Wongsonegoro, Susi Herawati memastikan, kapasitas rumah sakit rujukan covid-19 di Kota Semarang tersebut, masih mencukupi dalam perawatan pasien covid, saat ditemui di Semarang, Rabu (5/8/2020). Foto Arixc Ardana

“Pasien yang suspect covid-19 ditangani oleh tim, kemudian dilakukan skrining terhadap yang bersangkutan. Termasuk dilakukan uji laboratorium dan foto thorax, serta test swab,” papar Direktur RSUD KRMT Wongsonegoro Semarang, Susi Herawati di Semarang, Rabu (5/8/2020).

Ditambahkan, pihaknya juga tengah merehab ruang ICU menjadi ICU isolasi, karena masih banyak rujukan pasien dari rumah sakit lain. Kesiapan lainnya, berupa penambahan alat uji PCR, sehingga mampu meningkatkan uji swab hingga 600 sampel per hari, dengan dibantu 10 petugas analisis laboratorium dari Litbangkes.

“Sekarang sudah tidak ada antrean swab test, tidak banyak daftar tunggu. Jumlah pasien covid juga sudah semakin turun,” terangnya.

Di satu sisi, Susi juga menegaskan bahwa tidak ada bisnis dalam penanganan pasien covid-19. “Kita berupaya memberikan pelayanan secara maksimal, agar pasien dapat tertangani dengan baik dan bisa segera sembuh. Tidak hanya pasien covid-19, namun juga pasien umum,” tegasnya.

Terpisah, Komisi D DPRD Kota Semarang, selaku mitra kerja, menilai kesiapan dan penanganan pasien covid-19 di RSUD KRMT Wongsonegoro sudah baik. Termasuk ketersediaan ruang isolasi, juga sudah mencukupi.

“Kita ketahui bersama angka covid-19 di Kota Semarang ini cukup tinggi, meski sekarang sudah mulai melandai dan cenderung menurun. Untuk itu, perlu kesiapan dari berbagai pihak, termasuk rumah sakit rujukan dalam menerima atau menangani pasien covid-19,” papar Sekretaris Komisi D DPRD Kota Semarang, Anang Budi Utomo.

Khususnya, RSUD KRMT Wongsonegoro, yang merupakan rumah sakit milik Pemkot Semarang, sekaligus menjadi rujukan bagi penganan kasus pasien covid-19.

“Kita sudah lakukan pengecekan kesiapan RSUD, dalam memberikan pelayanan bagi pasien covid-19, kita nilai hasilnya sudah baik. Di sisi yang lain, kita juga juga minta agar pelayanan bagi pasien umum, juga tidak terabaikan dan berjalan dengan baik pula,” terangnya.

Pihaknya juga menepis anggapan bahwa rumah sakit rujukan covid-19, mencari keuntungan dengan semakin banyaknya pasien covid-19 yang ditangani. “Isu itu harus kita tepis. Petugas-petugas yang berhubungan dengan masyarakat kami harapkan komunikasi diperbaiki dan dapat mengedukasi masyarakat ,” tandasnya.

Pihaknya juga terus menghimbau kepada masyarakat, untuk menerapkan protokol kesehatan dalam aktivitas sehari-hari, meski saat ini sudah ada kelonggaraan dalam kebijakan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) di Kota Semarang.

Berdasarkan data siagacorona.semarangkota.go.id per tanggal 5 Agustus 2020 pukul 12.00 WIB, jumlah kasus positif covid-19 di Kota Semarang, ada sebanyak 615 pasein, dengan 169 orang di antaranya merupakan pasien rujukan dari luar kota. Sedangkan orang dalam pemantauan (ODP) sebanyak 174 orang, pasien dalam pengawasan (PDP) tunggu hasil sebanyak 335 orang.

Untuk angka kesembuhan, tercatat sebanyak 3.193 orang dengan 543 dari luar kota, sementara jumlah meninggal dunia karena covid-19, ada sebanyak 471 orang dengan 94 orang di antaranya dari luar kota.

JatengRSUD KRMT Wongsonegorosemarang
Comments (0)
Add Comment