Stok Pupuk Urea Bersubsidi di Jember Menipis

JEMBER – Stok Pupuk urea bersubsidi di Kabupaten Jember, Jawa Timur, menjelang musim tanam (MT) tiga menipis. Bahkan sisa kuota pupuk tersebut diprediksi akan habis pada akhir Agustus atau awal September 2020.

“Serapan pupuk urea bersubsidi hingga hari ini mencapai 94 persen dari total alokasi sebanyak 47.018 ton, sehingga sisa pupuk urea bersubsidi tinggal 2.766 ton,” kata Asisten Account Executive Pupuk Kaltim, Nursalim di Jember, Rabu (12/8/2020).

Kendati diyakini hanya akan mampu untuk memenuhi hingga akhir Agustus atau awal September 2020, penyaluran pupuk bersubsidi tersebut tetap akan dilakukan sesuai kuota yang diberikan pemerintah kepada Kabupaten Jember. “Kami akan mengoptimalkan penyaluran sisa pupuk urea bersubsidi sesuai dengan alokasi yang sudah ditentukan, sambil menunggu apakah akan ada tambahan pupuk urea bersubsidi di Jember,” jelasnya.

Sementara itu, stok pupuk urea di gudang lini 3 produsen Pupuk Kaltim di Jember masih ada 8.364 ton. Namun pihaknya tidak bisa menyalurkan pupuk bersubsidi tersebut, tanpa ada Surat Keputusan (SK) penambahan pupuk dari pemerintah. “Pihak Pupuk Kaltim sudah menyiapkan pupuk nonsubsidi bagi para petani, yang membutuhkan pupuk urea, apabila nantinya tidak ada penambahan pupuk urea bersubsidi dari Pemprov Jatim,” tandasnya.

Wakil Bupati Jember, A. Muqit Arief mengatakan, Pemkab Jember sudah mengirim surat kepada Pemprov Jatim untuk meminta tambahan jatah pupuk urea bersubsidi bagi petani. “Permintaan itu diajukan karena stok pupuk urea bersubsidi bagi petani di Jember telah menipis, sedangkan kebutuhannya masih sangat banyak hingga akhir tahun ini,” tandasnya.

Menurutnya, jatah pupuk urea bersubsidi di Jember setiap tahun berkurang. Di 2018 tercatat Jember mendapatkan sebesar 94.945 ton, kemudian di 2019 turun menjadi 90.975 ton, dan di 2020 hanya sebanyak 47.018 ton. “Terus menurunnya alokasi pupuk itu disebabkan beberapa hal, di antaranya cara pengajuan yang berubah dari Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) menjadi elektronik RDKK yang persyaratannya belum dipahami oleh kelompok tani,” tuturnya.

Dengan kondisi tersebut petani diminta untuk memahami kondisi tersebut. Dan Pemkab Jember tetap berkoordinasi dengan Pemprov Jatim untuk penyediaan pupuk bersubsidi bagi petani. (Ant)

JatimJembermusim tanamPupuk Bersubsidiurea bersubsidi
Comments (0)
Add Comment