Usaha Rumah Makan di Padang Tetap jadi Primadona

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

PADANG — Banyak usaha masyarakat yang tumbang akibat dilanda Pandemi Covid-19, terutama yang ada di kawasan perkotaan. Namun hal ini berbeda dengan bagi usaha yang berada di kawasan pinggiran kota, yakni rumah makan masakan tradisional.

Usaha rumah makan itu, dikenal dengan Rumah Makan Kincia Tuo, yang terletak di jalan Durian Taruang, Kuranji, Kota Padang, Sumatera Barat. Rumah makan itu bisa dikatakan tetap eksis, disaat rumah makan di kawasan tertentu harus tutup, dan bahkan hanya bisa melayani pembeli yang sifatnya dibungkus.

Pemilik Rumah Makan Kincia Tuo, Ujang Lolit, mengatakan, berbicara soal dampak jelas ada akibat Covid-19, karena mengalami penurunan pelanggan. Tapi setidaknya kondisi seperti itu akan lebih baik, bila dibandingkan harus tutup.

Ia menyebutkan bahwa rumah makan nya itu memiliki cukup banyak pelanggan, karena masakan yang disajikan di rumah makannya tersebut, merupakan masakan tradisional. Kini semenjak telah diberlakukannya new normal, perlahan-lahan usaha rumah makannya kembali membaik.

“Di sini masakannya enak-enak, begitu kata pelanggan. Seperti untuk gulai ayam kamumue. Masakan itu tidak terlepas dari memenuhi aspirasi selera kampuang di Kota Padang terutama di Padang Pinggiran Kota (Papiko),” jelasnya, Selasa (4/8/2020).

Dikatakannya, khusus untuk gulai ayam kamumue itu hanya disediakan pada setiap hari Jumat saja. Hal ini dikarenakan perlu waktu untuk memasak gulai ayam kamumue itu. Sebab, biasanya gulai ayam kamumue di kawasan Papiko itu, hanya bisa ditemui di setiap hajat kegiatan, baik baralek atau pesta pernikahan.

“Usaha saya ini sudah lama jalan, selama saya berdagang, baru kali ini merasakan dampak faktor alam. Semoga wabah ini segera berakhir, dan usaha-usaha rakyat kembali jalan,” kata dia.

Salah seorang pelanggan, Naldi, mengatakan, sangat menyukai masakan tradisional atau rasa masakan kampung itu, mengingat di kawasan perkotaan sulit untuk mendapatkan masakan seperti yang dimaksud.

“Jadi bagi pencinta masakan tradisional terutama masakan gulai ayam kamumue, bisa memenuhi seleranya, dengan cara datang kesini langsung,” ujarnya.

Ia menyebutkan istimewanya lagi, masakan yang disajikan masih dalam keadaan ada hawa panasnya, sehingga lebih lezat saat dimakan. Begitu juga bagi pelanggan yang ingin telur dadar, bisa dipesan dan langsung dimasak.

“Kalau makan nya enak, secara spontan membuat keringat pelanggan bercucuran saat makan itu. Hal ini tandanya saya puas,” ungkap dia.

padangrumah makanSumbar
Comments (0)
Add Comment