Lubang Jepang di Bukit Okisatos Nagekeo Perlu Penataan

Editor: Koko Triarko

MBAY – Mengunjungi Kota Mbay, Kabupaten Nagekeo, Provinsi Nusa Tenggara Timur, terasa kurang lengkap bila tidak mengunjungi Lubang Jepang, situs bersejarah yang ditinggalkan Jepang saat menduduki negeri ini, termasuk berada di Flores.

Di Kabupaten Nagekeo terdapat beberapa lubang Jepang, tapi yang berada di dalam kota terdapat di Kelurahan Lape, Kecamatan Aesesa, Kota Mbay, yang hanya berjarak sekitar 300 meter dari jalan raya utama.

“Pemandangan di sekelilingnya sangat bagus, karena terdiri dari hamparan sawah yang luas. Lubang Jepang ini berada di bukit-bukit. Namun, pemerintah perlu menatanya,” pinta Elisia Digma Dari, pramuwisata asli Kabupaten Nagekeo, Minggu (20/9/2020).

Pramuwisata yang berasal dari Kabupaten Nagekeo, NTT,  Elisia Digma Dari, saat ditemui di Kota Maumere,  Minggu (20/9/2020). -Foto: Ebed de Rosary

Elis, sapaannya, mengatakan lubang-lubang Jepang di Bukit Sangatoro dan Bukit Okisato yang jaraknya berdekatan dan berada dalam kelurahan yang sama, kondisinya belum tertata.

Lubang Jepang masih tertutup tanah dan bagian luarnya belum dibersihkan, sehingga masih dipenuhi rerumputan, sehingga pengunjung terkadang kesulitan melihatnya saat rerumputan mulai tinggi.

“Perlu dilakukan penataan agar bisa menjadi sebuah destinasi wisata. Bisa juga digali dan dibersihkan lagi, serta sekelilingnya ditata sehingga lebih menarik saat dikunjungi wisatawan,” katanya.

Kepala Bidang Kebudayaan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Nagekeo, Wilbrodus Lasa, mengatakan di Bukit Sangatoro ada 3 lubang di sisi timur, sementara dua lubang lainnya di sebelah barat.

Wili, sapaannya, mengatakan ada sebuah lubang lagi di sebelah barat berbentuk melingkar dengan diameter 8 meter, dan panjang 12 meter, tetapi sudah tertutup tanah.

“Lubang di Bukit Sangatoro dipergunakan sebagai tempat persembunyian, sehingga di bagian depannya terdapat timbunan tanah dan tertutup pepohonan, sehingga menyulitkan musuh untuk melihatnya,” sebutnya.

Wili menjelaskan, di Bukit Sangatoro total ada 6 lubang atau bunker peninggalan tentara Jepang. Bunker terpanjang 28 meter dengan lebar 2 meter dan tinggi 4 meter.

Sementara itu bunker terpendek ada 2 dengan panjang 1 meter, lebar masing-masing 1,5 meter dan 5 meter dengan ketinggian 2 meter. Sedangkan bunker lainnya panjangnya 23 meter dan 25 meter.

“Tak jauh dari sini ada lubang Jepang di Bukit Okisato sebanyak 6 buah lubang, yang mengelilingi bukit. Satu buah lubang menghadap ke timur dengan tinggi 1,5 meter, bagian depan lubang pernah disemen, namun bagian dalam sudah mulai tertutup tanah yang terbawa air,” jelasnya.

Untuk bunker di Okisato, jelas Wili, biasa dipergunakan untuk tempat pertemuan dan apel bagi tentara Jepang. Lubang terpanjang  45 meter dengan lebar 2,15 meter dan tinggi 2 meter.

“Lubang Jepang di Kobafeza terpendek panjangnya hanya 13 meter, lebar 2,16 meter  dan tinggi 2 meter. Semuanya dalam keadaan baik dan bisa dimasuki,” terangnya.

FloresJepangLubangmaumereMbaynagekeoNTT
Comments (0)
Add Comment