Omzet Warung Cerdas Wanareja Turun Akibat Lonjakan Kasus Covid-19

Editor: Koko Triarko

CILACAP – Pandemi Covid-19 gelombang ke dua, di mana kasus positif Covid-19 mengalami peningkatan signifikan, termasuk di Kabupaten Cilacap, turut berdampak pula terhadap omzet Warung Cerdas Wanareja, di Kecamatan Wanareja.

Manajer KUD Utama yang mengelola Warung Cerdas di Kecamatan Wanareja, Sudaryanto, mengatakan, akhir-akhir ini omzet warung cerdas menurun hingga lima persen. Penjualan yang turun adalah kebutuhan barang sekunder.

“Kalau untuk kebutuhan bahan pokok seperti beras, gula dan lainnya, penjualannya masih tetap stabil. Penjualan yang turun adalah barang kebutuhan sekunder, seperti makanan camilan, kosmetik dan lainnya,” kata Sudaryanto, Sabtu (19/9/2020).

Sebelum ada lonjakan kasus Covid-19 gelombang ke dua, dalam satu hari omzet Warung Cerdas Wanareja mencapai Rp26 juta. Namun, saat ini turun menjadi sekitar Rp24 juta.

Manajer KUD Utama yang mengelola Warung Cerdas di Kecamatan Wanareja, Sudaryanto, di Cilacap, Sabtu (19/9/2020). -Foto: Hermiana E. Effendi

Warung Cerdas Wanareja ini didirikan pada 2018, dan merupakan warung binaan Yayasan Damandiri. Awal pendirian warung cerdas ini mendapat bantuan pinjaman modal dari Yayasan Damandiri sebesar Rp250 juta. Dana tersebut kemudian digunakan sebagian untuk merenovasi bangunan warung, dan sisanya sebesar Rp 170 juta untuk belanja barang dagangan. Pada dua bulan pertama beroperasi, omzet warung cerdas mencapai Rp30 juta per bulan.

“Sebelum pandemi, omzet warung cerdas kami sudah mencapai Rp800 juta per bulan,” jelasnya.

Lebih lanjut Sudaryanto menuturkan, pada awal pandemi Covid-19 pertengahan Maret lalu, omzet Warung Cerdas Wanareja cenderung masih stabil. Dalam satu hari, bisa mencapai Rp27 juta hingga Rp28 juta. Tetap stabilnya omzet warung cerdas tersebut, karena sebagian besar barang yang dijual merupakan barang kebutuhan pokok sehari-hari. Seperti beras, gula, telur, tepung terigu, kopi dan lain-lain.

“Omzet tetap stabil pada awal pandemi, bahkan saat masuk era new normal juga masih stabil, tidak ada peningkatan, tetapi juga tidak menurun. Tetapi sekarang, ketika Covid-19 kembali melonjak dan pemkab memberlakukan kembali pembatasan-pembatasan kegiatan masyarakat, maka omzet mulai turun,” terangnya.

Salah satu member Warung Cerdas Wanareja, Oska Maulana, mengatakan, warung miliknya di Desa Madura, Kecamatan Wanareja juga mengalami penurunan omzet, namun tidak terlalu besar. Ia mencontohkan, beberapa pelanggan yang biasanya membeli kebutuhan pokok dalam jumlah banyak, mulai mengurangi volume belanjanya.

“Misalnya, pelanggan yang biasa membeli beras 10 kilogram, akhir-akhir ini belanjanya dikurangi, hanya 3-4 kilogram beras saja. Sehingga hal tersebut juga berdampak terhadap omzet kami,” katanya.

CilacapCovidJatengKoperasiWanarejawarung
Comments (0)
Add Comment