Rehabilitasi Pasar Wage Ditanggung Pemkab Banyumas dan Pemprov

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

PURWOKERTO — Pascakebakaran yang melanda lantai 1 dan 2 Pasar Wage Purwokerto, rehabilitasi bangunan kios dan los akan ditanggung oleh Pemkab Banyumas bersama Pemprov Jateng setelah dianalisa terlebih dahulu dengan menggandeng konsultan.

Bupati Banyumas, Achmad Husein di kantornya, Rabu (23/9/2020). (FOTO : Hermiana E.Effendi)

Bupati Banyumas, Achmad Husein mengatakan, kondisi bangunan perlu diteliti terlebih dahulu untuk mengetahui apakah beton bangunan masih bisa dipergunakan lagi atau harus dibongkar total. Sebab, bangunan tersebut terbakar selama 4 jam lebih. Meskipun beton penyangga sekilas terlihat masih kokoh berdiri, namun perlu dilakukan analisa masih layak atau tidak untuk digunakan sebagai penyangga bangunan dua lantai.

“Kalau total anggaran, kita belum bisa pastikan, namun, yang pasti Gubernur sudah menyanggupi untuk membantu anggaran rehabilitasi Pasar Wage. Untuk konsultan yang akan melakukan analisa bangunan, katanya membutuhkan waktu sekitar 20 hari,” jelas Bupati, Rabu (23/9/2020).

Dari hasil analisa Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Banyumas, kerugian bangunan mencapai kisaran Rp 12 miliar. Kios yang terbakar meliputi di lantai 1 sebanyak 11 kios dan lantai 2 ada 13 kios, sehingga total 27 kios. Sedangkan untuk los yang terbakar ada 108 petak. Untuk kerugian barang dagangan milik para pedagang, diperkirakan mencapai Rp 8 miliar lebih.

Lebih lanjut Bupati mengatakan, untuk para pedagang yang kios dan losnya terbakar, Pemkab Banyumas akan membuatkan bedeng sementara supaya bisa berjualan kembali. Total ada 145 pedagang yang akan dibuatkan bedeng.

Sebelum bedeng selesai dibangun, pedagang diperbolehkan untuk berjualan sementara di sepanjang Jalan Vihara, yang masih berada di kompleks Pasar Wage.

“Pedagang yang kios dan losnya terbakar, untuk sementara waktu bisa berjualan di sepanjang Jalan Vihara sampai bedeng selesai dibangun,” kata Husein.

Sementara itu, tim Labfor Polda Jateng sudah selesai melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Kapolresta Banyumas, Kombes Pol Whisnu Caraka melalui Kasat Reskrim Polrestas Banyumas, AKP Berry mengatakan, hasil oleh TKP diketahui penyebab kebakaran adalah konsleting listrik.

“Berdasarkan hasil olah TKP yang dilakukan Sat Reskrim Polresta Banyumas bersama tim Labfor Polda Jateng, penyebab utama terjadinya kebakaran di Pasar Wage adalah konsleting listrik yang terjadi pada jalur Blok 02 lantai 1. Kemudian api dengan cepat membesar karena TKP penuh dengan barang-barang yang mudah terbakar,” jelasnya.

JatengKebakaran Pasar Wagekebumen
Comments (0)
Add Comment