Tanaman Hias Peluang Bisnis Baru Kala Pandemi

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

LAMPUNG – Hobi tanaman hias yang meningkat kala pandemi Covid-19 membuka peluang usaha bagi warga Lampung Selatan (Lamsel).

Nur Amin, pemuda di Desa Gandri, Kecamatan Penengahan menyebut memiliki hobi tanaman hias. Jenis tanaman hias yang dibudidayakan meliputi miana, adenium, aglonema, eforbia, bunga kertas dan berbagai jenis bonsai.

Nur Amin menyebut tren hobi menanam bunga merebak saat pandemi melanda. Sebab kegiatan merawat tanaman hias bisa menjadi pengisi waktu luang selepas bekerja. Sebagai petani penanam jagung waktu luang digunakan membudidayakan berbagai tanaman hias. Berbagai jenis tanaman hias dibudidayakan memakai media pot, polybag dan langsung ke tanah.

Bibit tanaman hias menurut Nur Amin sebagian dibeli secara online. Selanjutnya bibit akan diperbanyak dengan teknik generatif memakai biji dan generatif memakai sistem stek serta cangkok. Berbagai jenis bunga dan bonsai dibentuk menarik dengan cara penyambungan atau grafting. Grafting pada jenis tanaman adenium, bunga kertas menghasilkan bentuk unik.

“Berbagai jenis bunga kerap memiliki satu warna selanjutnya akan disambung dengan jenis warna lain sehingga menghasilkan variasi warna-warni menarik sekaligus meningkatkan nilai jual,” terang Nur Amin saat ditemui Cendana News, Senin (21/9/2020).

Hasil teknik penyambungan menurut Nur Amin menghasilkan sejumlah bakalan tanaman hias jenis bunga kertas. Bakalan tanaman hias bisa dijual mulai harga Rp20.000 hingga Rp100.000. Selanjutnya saat pehobi hendak menambah variasi warna pada bunga kertas diperlukan pucuk atau entres. Entres yang memiliki beragam warna disambung dengan tarif Rp6.000 per batang.

Selain tanaman bunga kertas, Nur Amin juga menyiapkan bakalan bonsai. Berbagai bakalan bonsai yang disiapkan meliputi beringin, sentigi, asam, kelapa. Tren memelihara bonsai kelapa menurutnya mulai banyak dikembangkan. Jenis kelapa yang digunakan berupa hibrida, gading dan kelapa hijau. Bentuk unik dan menarik bonsai kelapa membuat harga meningkat.

“Bakalan bonsai memiliki harga yang lebih murah dibanding sebelum dibentuk, pemula kerap akan membeli untuk tambahan koleksi,” cetusnya.

Jenis bonsai kelapa dalam bentuk bakalan menurutnya disiapkan dalam jumlah banyak. Ia menyiapkan bakalan bonsai kelapa dengan harga mulai Rp25.000. Saat telah terbentuk menjadi bonsai kelapa yang unik bisa dijual seharga ratusan ribu. Berfungsi sebagai penghias taman, teras, bakalan bonsai yang dijual menjadi sumber penghasilan baginya.

Kegiatan merawat tanaman hias, bonsai menurutnya bisa dilakukan usai pulang dari ladang. Terlebih saat musim kemarau usai panen lahan kebun, sementara ia tidak menanam jagung. Selain sebagai pehobi ia memiliki keahlian untuk teknik menyambung atau grafting. Tarif menyambung tanaman dan juga membentuk bonsai atau trainer sesuai tingkat kesulitan.

“Pehobi tanaman hias dan bonsai kerap akan membayar lebih jika hasilnya bagus karena nilai jual berpotensi meningkat,” cetusnya.

Jupri, pehobi tanaman bonsai menyebut, sektor budidaya tanaman hias jadi peluang rantai bisnis baru. Pasalnya bakalan bonsai yang disediakan kerap berasal dari pemilik lahan yang menanam jenis cemara udang, asam, beringin hingga sentigi. Semua jenis bahan bonsai tersebut bisa dijual mulai harga Rp500 ribu hingga belasan juta.

Jupri, penyuka tanaman bonsai di Desa Sumber Nadi, Kecamatan Ketapang, Lampung Selatan melakukan proses pengurangan daun pada bonsai sentigi, Senin (21/9/2020) – Foto: Henk Widi

Sejumlah bakal bonsai yang siap dibentuk oleh trainer memiliki peluang bagi pembuat pot. Semakin bagus bentuk pot sebanding dengan bonsai yang dibentuk akan meningkatkan harga jual. Sejumlah bonsai yang telah dibentuk menurut Jupri dominan jenis sentigi atau Pemphis Acidula. Tanaman pesisir tersebut memiliki bentuk unik dan bisa dijual hingga puluhan juta.

“Fungsi trainer dan pembuat bonsai akan menambah estetika tanaman hias meningkatkan penjualan,” bebernya.

Wayan Bude, warga Desa Sumber Nadi, Kecamatan Ketapang menyebut permintaan pot meningkat. Pot berbahan semen, kawat dan pasir tersebut digunakan untuk menanam bunga dan bonsai. Sesuai ukuran dan bentuk jenis pot, harga mulai Rp500 ribu hingga Rp3 juta. Penggunaan pot jadi mata rantai bisnis meningkatnya tren hobi menanam tanaman hias.

Permintaan pot diakuinya berasal dari pedagang, trainer bonsai. Selain itu pehobi bonsai membeli pot untuk menambah estetika tanaman hias.

Wayan Bude (kanan) perajin pot bunga mendapat order dari pecinta bonsai dan tanaman hias di Desa Sumber Nadi, Kecamatan Ketapang, Lampung Selatan, Senin (21/9/2020) – Foto: Henk Widi

Saat pandemi Covid-19 kegiatan memelihara bonsai meningkat. Dari bidang bisnis tanaman hias ia ikut ketiban rejeki untuk membuat pot berbagai ukuran.

Peluang tersebut dimanfaatkan olehnya untuk meningkatkan harga jual bonsai yang telah terbentuk sempurna.

hiasLampungpandemitanaman
Comments (0)
Add Comment