TNI AU Siapkan Lahan 14 Hektare untuk Irigasi Tetes di Sikka

Editor: Makmun Hidayat

MAUMERE — Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Udara El Tari Kupang bersedia menyediakan lahan seluas 14 hektare yang berlokasi di sekitar Bandara Frans Seda Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk pengembangan irigasi tetes.

Kesedian TNI AU ini disampaikan saat bertemu dengan pelopor pertanian sistem irigasi tetes yang mengembangkan penyiraman tanaman menggunakan sistem Short Message Service (SMS) dan Wifi.

“Saya sudah bertemu Danlanud di kantornya dan beliau bersedia lahan milik TNI AU dipergunakan setelah ada kepastian dari Pemerintah Provinsi NTT soal dana,” kata Yance Maring, petani irigasi tetes, Kamis (17/9/2020).

Yance Maring saat ditemui di rumahnya, Kamis (17/9/2020). -Foto: Ebed de Rosary

Yance mengaku, gubernur NTT meminta pihaknya untuk menyediakan lahan seluas 100 hektare yang nantinya akan dipergunakan untuk menanam tanaman hortikultura dengan sistem irigasi tetes.

Keinginan gubernur ini, kata Yance disampaikan saat melihat secara langsung pengembangan sistem irigasi tetes yang dikerjakannya di Kota Maumere, ditanami hortikultura.

“Pada dasarnya TNI AU siap lahannya dipergunakan karena mereka juga tertarik dengan pengembangan sistem irigasi tetes untuk tanaman hortikultura. Sistem irigasi tetes ini cocok dikembangkan di NTT,” ungkapnya.

Sementara itu Danlanud El Tari Kupang, Kolonel Pnb. Bambang Juniar Djatmiko, S.Sos, MM menyambut baik apa yang disampaikan Yance dan menyatakan siap untuk mendukung dengan memanfaatkan lahan milik TNI-AU seluas 14 Ha di Bandara Frans Seda, Maumere.

Bambang menyebutkan, apabila sudah ada kepastian dari Pemprov  NTT dirinya meminta diajukan proposal  kerja sama agar pihaknya bisa meneruskan proposal tersebut kepada pimpinan TNI AU.

“Kami juga akan berkoordinasi dengan pihak Bandara Frans Seda karena ada permintaan dari pihak bandara untuk memperpanjang runway dan fasilitas bandara dengan meminta lahan milik TNI-AU,” sebutnya.

Selain itu tambah Bambang, pihaknya juga  harus memastikan terlebih dahulu, lahan mana yang mau dipakai oleh pihak bandara dan lahan mana yang akan dipergunakan untuk pertanian irigasi tetes.

Kepastian ini penting, kata dia, sebab jangan sampai setelah ditanam dan mau panen terus dibongkar karena lahannya mau dipergunakan sehingga perlu dilakukan koordinasi dengan pihak bandara.

“Ini juga peluang kerja yang melibatkan warga, karena selama ini warga yang berada di sekitaran Bandara Frans Seda yang mengolah dan menanam tanaman di atas lahan milik TNI-AU tersebut,” tuturnya.

Kedatangan Yance Maring yang merupakan Ketua Yayasan Permadani Flores ini, diterima dan disambut baik oleh Danlanud El Tari Kupang, Kolonel Pnb Bambang Juniar Djatmiko, S.Sos, MM. yang didampingi Kaintelud Kapten Sus Untung Satrio di ruang kerja Danlanud El Tari Kupang pada Selasa (15/9).

Bandara Frans Sedairigasi tetesmaumereNTTSikkaTanaman HortikulturaTNI AU El Tari Kupang
Comments (0)
Add Comment