Warga Lamsel Terapkan Tekhnik Grafting untuk Hasilkan Tanaman Berkualitas

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

LAMPUNG — Tren memelihara tanaman buah, bunga melahirkan kreativitas bagi petani dan penghobi di Lampung Selatan (Lamsel). Salah satu tekhnik memperbanyak tanaman dilakukan dengan grafting atau sambung pucuk.

Syahbana, petani di Desa Kelawi,Kecamatan Bakauheni menyebut grafting dilakukan pada sejumlah komoditas pertanian. Sambung pucuk dilakukan untuk menghasilkan varietas tanaman yang cepat berbuah. Usia tanaman akan lebih lama dengan batang bawah telah memiliki perakaran kuat.

Berbagai percobaan telah dilakukan oleh Syahbana sehingga menghasilkan bibit pohon buah berkualitas. Semula di lahan pertanian miliknya ia memiliki sekitar 6.000 tanaman avokad yang merupakan varietas lokal. Selanjutnya tanaman buah tersebut disambung pucuk dengan avokad mentega, sipit asia dan jenis lain. Selain avokad tanaman mangga, jambu air, kakao dan cengkih telah disambungnya.

“Tekhnik grafting sudah saya pelajari belasan tahun silam namun kini mengalami tren kembali saat banyak masyarakat memiliki hobi menanam bunga dan buah dalam pot serta bonsai,” terang Syahbana saat dikonfirmasi Cendana News, Senin (14/9/2020).

Tekhnik grafting menurutnya mengandalkan batang bawah yang berkualitas. Sebagai proses awal ia menyiapkan indukan dengan biji secara generatif dan cangkok secara vegetatif. Bagian bawah tanaman memiliki fungsi menyiapkan perakaran yang kuat. Pucuk dari jenis tanaman yang sama dari varietas dan bibit berkualitas menjadi cara menciptakan bibit tanaman yang cepat berbuah.

Avokad yang kerap diambil sebagai entres di antaranya asal Lampung Barat dan Tanggamus. Selain avokad ia telah berhasil melakukan grafting pada tanaman kakao, jambu air dan cengkih.

“Tujuan mendapatkan buah yang besar, berkualitas menjadikan tekhnik gfafting banyak dilakukan,” bebernya.

Pada tanaman avokad, Syahbana menyebut menciptakan varietas tanaman yang berbuah sepanjang musim. Hasilnya satu batang pohon avokad bisa dipanen rata rata 40 hingga 50 kilogram. Sebelumnya hanya mencapai 20 kilogram. Dalam kondisi proses perawatan dengan pupuk dan perangsang buah hasil bisa mencapai satu kuintal.

Tekhnik sambung pucuk juga diterapkan oleh Anjar, salah satu petani di Desa Gandri, Kecamatan Penengahan. Ia memilih memakai tekhnik grafting pada buah jambu air, berbagai jenis tanaman bunga. Pada tanaman jambu air varietas lokal ia menyambungnya dengan entres jambu madu deli medan. Varietas tersebut memiliki nilai ekonomis tinggi. Sebab per kilogram seharga Rp40.000 hingga Rp50.000.

“Batang bawah jambu air lokal memiliki perakaran yang kuat selanjutnya bagian atas jambu madu deli yang manis,” cetusnya.

Tekhnik sambung pucuk berpotensi mengasilkan tanaman yang pendek cepat berbuah. Hasilnya ia bisa menanam jambu air dengan sistem tanaman buah dalam pot (tabulampot). Perbanyakan dengan sistem grafting dilakukan untuk mendapatkan bibit dengan cara mudah dan cepat. Sebagian tanaman yang sudah disambung akan dijual, sebagian untuk budidaya pada lahan pekarangan.

Nur Amin, pemuda di desa yang sama menerapkan grafting pada tanaman bunga. Tren menanam bunga kertas warna warni dan berbagai jenis bunga membuat hasil tanaman unik. Ia mendapat order dari penghobi tanaman bunga untuk menciptakan bunga yang unik. Selain bunga kertas sistem sambung pucuk dilakukan pada bunga adenium, miana dan sejumlah sayuran.

“Sayuran terong dan tomat saya sambung sehingga memiliki usia lebih lama dan berbuah lebat,” cetusnya.

Tekhnik grafting butuh ketelatenan sehingga ia mendapat permintaan untuk menyambung tanaman dari warga pecinta bunga. Berbagai bunga warna warni berhasil disambungnya sehingga memiliki nilai jual lebih tinggi. Pada buah dan sayuran menghasilkan pohon produktif lebih lama dan lebih banyak.

lampung selatanLamselsambung pucuk
Comments (0)
Add Comment