Tanggul Penangkis Abrasi, Cara Atasi Kerusakan di Pesisir Lamsel

Editor: Makmun Hidayat

LAMPUNG — Kerusakan pantai pesisir timur Lampung Selatan terus dicegah oleh masyarakat dan pemerintah melalui berbagai langkah. Pembuatan tanggul penangkis abrasi dibangun pada sejumlah titik untuk meminimalisir kerusakan lingkungan.

Madro’i, Camat Ketapang menyebut tanggul penangkis abrasi efektif mencegah meluasnya abrasi. Area pantai yang terkena imbas abrasi gelombang pantai timur cukup luas. Sebab abrasi berada di kawasan tersebut ada di sejumlah desa meliputi Sumur, Ruguk, Legundi hingga Ketapang.

Pembangunan sejumlah tanggul penangkis sebutnya dilakukan secara swadaya, sebagian melalui program pembangunan oleh Balai Besar Way Mesuji, salah satunya di Pantai Batu Putih.

Pada kawasan kurang lebih 300 meter tersebut bangunan penangkis gelombang telah dibangun beberapa tahun silam. Namun kerusakan yang kembali terjadi berimbas rehabilitasi dilakukan pada sejumlah titik. Fungsi bangunan penangkis gelombang sebutnya cukup membantu meminimalisir rusaknya area pantai.

“Bangunan penahan abrasi sangat penting untuk menahan laju abrasi dan sekaligus menampung lumpur dan pasir agar terkumpul di satu titik sehingga kondisi pantai akan kembali seperti puluhan tahun silam didominasi pasir untuk tambat perahu nelayan,” terang Madro’i saat ditemui Cendana News di Ketapang, Rabu (21/10/2020).

Madro’i mengatakan bangunan tanggul penahan abrasi dibangun terkoneksi dengan area tempat pendaratan perahu nelayan. Lokasi bangunan tanggul penahan abrasi sebutnya sangat memiliki fungsi ganda. Selain sebagai penahan laju gelombang dan pengumpul pasir laut area tersebut berpotensi jadi tempat warga bersantai,rekreasi dan olahraga.

Secara ekologis bangunan penahan abrasi akan sangat membantu suksesi alami pantai. Sebab tahap selanjutnya kawasan tersebut akan direncanakan direhabilitasi untuk mengembalikan seperti kondisi awal. Sebelumnya bibir pantai Ketapang berjarak sekitar puluhan meter dari titik penahan abrasi. Namun imbas angin dan gelombang merusak gerusan tanah padas di wilayah tersebut.

“Tahap awal perehaban tanggul penangkis abrasi akan memiliki manfaat positif untuk mengembalikan kontur alam yang ada,” cetusnya.

Sejumlah tanaman penahan abrasi jenis kelapa,ketapang,cemara laut dan tanaman lain akan ditanam. Berbagai jenis tanaman tersebut berfungsi mencegah kerusakan pada permukiman warga. Sebab saat terjadi angin Timur potensi kerusakan bisa terjadi pada bangunan rumah yang diterjang angin. Sejumlah pohon penahan angin berfungsi untuk mencegah kerugian secara ekonomis.

Hamsin, Kepala Desa Ketapang menyebut normalnya usulan tanggul penangkis ada di area sepanjang desa tersebut. Namun prioritas pembangunan dilakukan pada area yang telah mengalami kerusakan cukup parah. Pantai timur yang didominasi oleh tanah padas sebutnya akan terus tergerus tanpa adanya penahan abrasi.

“Sejumlah pohon kelapa,cemara dan ketapang tumbang dan kini telah menjadi laut,bangunan penahan abrasi mencegah kerusakan lebih parah,”paparnya.

Pada area sebelah timur bangunan Pura Segara Batu Putih sejumlah pohon penahan abrasi berpotensi tumbang. Penanaman sejumlah pohon penahan jenis cemara,kedondong laut di sekitar pura akan diperbanyak. Batu padas pada garis pantai sepanjang ratusan meter yang telah ambrol membuat area daratan semakin sempit.

Hamsin menambahkan upaya melakukan konservasi pada kawasan pantai telah dilakukan bersama warga. Keberadaan Pulau Sekhom Balak, Sekhom Lunik dan Pulau Seruling ikut membantu proses pencegahan abrasi. Pihaknya juga telah mengusulkan pemecah ombak (break water) pada pantai timur untuk mengurangi tingkat kerusakan semakin parah.

Hamsin menyebut keberadaan bangunan penahan abrasi akan membantu masyarakat secara ekonomis. Sebab sejumlah tonggak penambat perahu telah ditempatkan bagi para nelayan. Selain itu bagi sejumlah nelayan yang sedang tidak melaut bisa membuka usaha pada kawasan wisata tersebut. Lokasi penahan abrasi juga berfungsi untuk meletakkan perahu ke daratan saat gelombang pasang.

Penanaman sejumlah pohon selain menahan longsor berpotensi untuk menjadi peneduh bagi pengunjung yang berada di pinggir pantai batu putih. Penggunaan pantai untuk penanaman rumput laut dan budidaya kerang sebutnya menjadi cara meredam laju gelombang. Sebagian nelayan budidaya yang memasang tonggak untuk rumput laut dan kerang hijau ikut mengurangi kecepatan gelombang hingga ke bibir pantai.

abrasiLampungPesisir LamselTanggul
Comments (0)
Add Comment