Air Leri Dapat Digunakan Sebagai Pupuk Organik Tanaman

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

SEMARANG — Pemupukkan diperlukan untuk meningkatkan unsur hara tanah, sehingga tanaman dapat tumbuh subur. Termasuk dalam pertanian perkotaan atau urban farming. Di satu sisi, selain menggunakan pupuk kimia, pupuk organik pun bisa dimanfaatkan.

Penggiat pertanian urban farming sekaligus pendiri SBC Semarang, Wahyu Aditya Yunanto, saat ditemui di UFC Semarang, Senin (30/11/2020). Foto Arixc Ardana

“Salah satu bahan yang paling mudah, untuk digunakan sebagai pupuk organik yakni air leri, atau air cucian beras. Ditambah bahan lainnya, seperti gula jawa atau tetes tebu sebagai molase, serta mikroorganisme pengurai menggunakan EM4,” papar penggiat pertanian urban farming sekaligus pendiri Sekolah Berkebun Ceria (SBC) Semarang, Wahyu Aditya Yunanto, saat ditemui di Urban Farming Corner (UFC) Semarang, Senin (30/11/2020).

Dalam proses pembuatannya, seluruh bahan tersebut dicampur menjadi satu. Perbandinganya, untuk satu liter air leri, dicampur dengan satu keping gula jawa, serta ditambah satu tutup EM4.

“Setelah tercampur rata, seluruh bahan dimasukkan kedalam wadah tertutup. Tunggu hingga proses fermentasi selesai, kurang lebih satu minggu, baru kemudian pupuk cair tersebut bisa digunakan. Jangan lupa, saat proses fermentasi, buka tutup wadah pada hari ketiga atau keempat, untuk mengeluarkan gas, sebelum ditutup kembali,” terangnya.

Sementara, dalam penerapannya, pupuk cair dari air leri tersebut dicampur lagi dengan air biasa, sebelum disemprotkan atau dikocorkan pada tanaman.

“Satu liter pupuk cair ini, bisa dicampur dengan 10 liter air biasa. Air campuran ini, yang nantinya digunakan untuk penyemprotan tanaman, baik sayuran seperti cabai, tomat, terong, sawi, ataupun jenis tanaman buah dan hias” terang Wahyu.

Dijelaskan, pupuk organik dari air leri tersebut mengandung phospor dan kalium yang sangat dibutuhkan tanaman. Keduanya dibutuhkan tanah, untuk meningkatkan unsur hara mikro yang dibutuhkan tanaman.

Dalam pertumbuhan tanaman, pupuk tersebut mempercepat proses pembungaan dan pembuahan. Termasuk memperkuat organ tanaman seperti daun, bunga, dan buah, agar tidak mudah rontok.

“Pemberian pupuk secara teratur dan sesuai kebutuhan, dapat meningkatkan hasil pertanian atau perkebunan. Termasuk mampu meningkatkan kualitas hasil tanaman, mulai dari rasa, warna, dan bobot panen,” tambahnya.

Sementara, Kepala UPTD Kebun Dinas Dispertan Kota Semarang, Juli Kurniawan menambahkan, pihaknya terus mendorong masyarakat, termasuk para petani dan penggiat pertanian untuk menggunakan pupuk organik, dalam meningkatkan hasil pertanian.

“Hasil pertanian dengan penggunaan pupuk organik, juga tidak kalah dibandingkan dengan pupuk kimia. Namun dari sisi kesehatan, penggunaan pupuk organik tentu lebih unggul, karena menggunakan bahan-bahan alami non kimia,” terangnya.

Di sisi yang lain, pihaknya juga terus mendorong peran UFC Semarang, sebagai rujukan bagi masyarakat atau petani, yang ingin bertanya seputar pertanian.

“Silahkan datang ke UFC, untuk belajar bersama terkait pertanian. Bisa sharing atau bertanya mengenai kendala yang dihadapi, sehingga bisa kita pecahkan bersama,” pungkasnya.

Air LeriJatengPupuk Organiksemarang
Comments (0)
Add Comment