Dinas Dorong Petani di Purbalingga Segera Tanam Padi

Editor: Koko Triarko

PURBALINGGA – Hingga November ini luasan tanam padi di Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, mencapai 8.509,1 hektare. Tanam tertinggi pada bulan Juli, yang mencapai 4.106,4 hektare.

Kepala Dinas Pertanian (Dinpertan) Kabupaten Purbalingga, Mukodam, mengatakan, pihaknya terus mendorong petani untuk segera menanam padi, selagi masih ada hujan. Sehingga pada bulan November, capaian tanam padi mulai meningkat.

“Dibanding bulan-bulan sebelumnya, pada November ini memang capaian luas tanam padi terbanyak. Pada bulan Oktober, misalnya, luas tanam hanya 883 hektare, kemudian bulan September ada 827,4 hektare,” jelasnya, Senin (30/11/2020).

Kepala Dinas Pertanian (Dinpertan) Kabupaten Purbalingga, Mukodam, di kantornya, Senin (30/11/2020). -Foto: Hermiana E. Effendi

Lebih lanjut Mukodam mengatakan, pada musim tanam (MT) 1, target luasan tanam tidak tercapai. Dari target tanam 18.810 hektare, hanya tercapai 15.433,7 hektare atau hanya pada kisaran 82,05 persen. Sehingga pada musim tanam II ini, Dinpertan Purbalingga mendorong para petani untuk segera menanam padi.

Dari data Dinpertan Kabupaten Purbalingga, pada bulan Juli lalu, luas tanam mencapai 4.106,4 hektare, pada bulan berikutnya, yaitu Agustus menurun, hanya mencapai 1.034,1 hektare. Dan, pada bulan-bulan berikutnya, yaitu September hingga Oktober juga menurun, hanya seluas 827,4 hektare dan 883 hektare. Dan, baru pada November ini luas tanam meningkat kembali hingga 1.658 hektare.

“Pada bulan Agustus, September dan Oktober itu masih kemarau berkepanjangan, sehingga sebagian besar petani belum berani untuk mulai menanam padi,” terangnya.

Sementara itu, untuk luasan panen sampai saat ini di Purbalingga total ada 14.810,8 hektare lahan pertanian yang sudah panen. Panen terbanyak terjadi pada Oktober lalu, yaitu mencapai 4.890,6 hektare, kemudian pada bulan September tanaman padi yang panen seluas 3.775,1 hektare, dan bulan Agustus seluas 3.414 hektare.

Menurut Mukodam, selain menanam padi, para petani juga banyak yang menanam tanaman lainnya, seperti jagung, kedelai, bawang merah, bawang putih serta cabai merah dan cabai rawit.

“Yang paling banyak ditanam petani justru jagung dibandingkan dengan komoditas pertanian lainnya, karena tanaman jagung cukup bisa bertahan di lahan yang kering, kemarin kan masih kemarau,” tuturnya.

Sementara itu, salah satu petani di Purbalingga, Pamuji, mengaku sudah mulai menanam padi sejak bulan lalu, sebab selain sudah mulai turun hujan, stok pupuk bersubsidi di Purbalingga juga sangat mencukupi. Sehingga, ia tidak perlu khawatir lagi untuk tanam padi.

“Usia tanaman padi saya sudah masuk bulan ke dua, dan sejauh ini pertumbuhannya bagus, karena air tersedia dan pupuk juga mencukupi,” ucapnya.

JatengPadipetanipurbalinggasawah
Comments (0)
Add Comment