Pemilik Usaha Tambak Merugi Puluhan Juta Imbas Banjir

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

LAMPUNG — Musim penghujan berimbas meluapnya sungai Way Sekampung di wilayah Lampung Selatan dan Lampung Timur. Selain sungai meluap, banjir rob dari laut Jawa juga memperparah kerugian bagi pemilik usaha tambak.

Subur, salah satu petambak di Dusun Kuala Jaya, Desa Bandar Agung, Kecamatan Sragi menyebut merugi puluhan juta. Tanggul tambak yang jebol terpaksa dibuat talud memakai ratusan karung berisi tanah dan pasir dengan biaya jutaan rupiah. Biaya ekstra juga dikeluarkan untuk pemasangan waring. Selain biaya operasional ia juga merugi imbas puluhan kilogram udang lepas ke saluran pembuangan.

“Saat melakukan proses menjala pada sejumlah kanal saya mendapatkan puluhan ekor ikan nila, udang windu yang lepas dari kolam tambak, kondisi tersebut sangat merugikan bagi petambak tradisional yang dua bulan lagi akan panen,” terang Subur saat ditemui pada lahan tambaknya, Selasa (24/11/2020).

Kalkulasi kerugian dari sebanyak lima petak tambak bisa mencapai puluhan juta. Hitungan tersebut berasal dari pembelian benur atau benih udang, biaya pakan yang telah dikeluarkan dan biaya operasional lain. Meski bisa menjual, hasil penjualan hanya cukup untuk keperluan sehari hari.

“Petambak yang terimbas luapan sungai Way Sekampung dan banjir rob bisa mencapai ratusan hektare,” tegas Subur.

Petambak lainnya, Sumanto, di Desa Bandar Agung memilih melalukan proses menjala udang. Cara tersebut dilakukan untuk meminimalisir kerugian. Lokasi tambak yang berada di dekat kanal membuat ia bisa memperoleh udang serta ikan nila.

Tambak udang dan ikan nila yang limpas imbas curah hujan tinggi rugikan petambak, Hasan (kanan) salah satu petambak di Desa Bandar Agung, Kecamatan Sragi, Lamsel menjala udang dan ikan terimbas limpas, Selasa (24/11/2020). Foto: Henk Widi

Hasil proses menjala akan dipergunakan  untuk bahan pembuatan ikan asin. Meski merugi imbas tambak limpas, ia tetap mencari peluang mencari bahan pembuatan ikan asin.

“Ikan nila, gabus dan kating serta sembilang bisa jadi sumber penghasilan tambahan untuk membuat ikan asin,” cetusnya.

Ikan hasil tangkapan diolah sang istri bernama Maryanti menjadi ikan asin. Ikan nila, gabus, sembilang, kating yang telah ditangkap selanjutnya dibuat menjadi ikan asin. Melalui proses pembuatan ikan asin ia bisa menekan kerugian.

Bejo, pelaku usaha jual beli udang menyebut saat banjir rob dan luapan sungai Way Sekampung ia ikut terdampak. Meski lebih mudah mendapat pasokan udang karena panen dini ia alami kesulitan akses jalan. Sebab jalan menuju ke Dusun Kuala Jaya,Desa Bandar Agung sepanjang lebih dari 8 kilometer sebagian alami kerusakan. Puncak penghujan Desember mendatang dipastikan akan merugikan bagi pelaku usaha tambak dan jual beli hasil perikanan budidaya.

LampungLamseltambak udangUdang Vaname
Comments (0)
Add Comment