Buang Limbah Tahu Langsung ke Kali Sunter, Pengusaha Diberi Peringatan

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

BEKASI — Kelurahan Jati Murni, Pondok Melati, Kota Bekasi, Jawa Barat, sudah memberi peringatan kepada beberapa pengusaha kerajinan tahu yang berproduksi di wilayah RT 07/05. Mereka dipanggil karena langsung membuang limbah langsung ke aliran Kali Sunter.

“Kami sudah panggil enam pengusaha tahu yang produksi di RT07/05 Kelurahan Jatimurni, untuk diberi peringatan agar memperbaiki sistem pembuangan limbahnya. Hal itu sesuai laporan Tim Patroli Sungai LH Jabar,” kata Barkah, Sekretaris Lurah Jatimurni kepada Cendana News, Rabu (2/12/2020).

Dikatakan, bahwa Kelurahan memanggil enam pelaku kerajinan tahu yang semuanya membuang limbah langsung ke Kali Sunter sesuai laporan Tim Patroli LH Jabar. Namun yang hadir hanya empat pengusaha, duanya tidak hadir tanpa keterangan.

Menurut Barkah, pemanggilan tersebut untuk mencari solusi karena menghadirkan juga Kasi Gakum DLH Kota Bekasi yang langsung memberikan sosialisasi, terkait limbah dan dampak bagi lingkungan hidup dari aktifitas produksi tahu jika limbahnya langsung di buang di Kali.

Dari pertemuan tersebut pelaku kerajinan tahu mengakui bahwa selama ini mereka langsung membuang limbah ke Kali Sunter, tapi tidak ada pihak yang mempersoalkan baik masyarakat ataupun RT/RW di lingkungan setempat.

“Kami sudah sepuluh tahun produksi dan memang tahu banyak bermain air. Air sisa produksi itu langsung dibuang ke kali melalui pipa. Selama ini tidak ada yang komplain,” kata Siti Kaidah pengusaha tahu.

Suasana rapat dengan pelaku usaha tahu, Sekretaris Lurah Jatimurni, Barkah (tengah), kepada Cendana News mengatakan sudah memberi peringatan dengan memanggil langsung pengusaha tahu mengingatkan agar mematuhi adminitrasi terutama dalam pengelolaan limbah, Rabu (2/1/2020). Foto: Muhammad Amin

Hal senada juga diakui Ketua RW setempat, bahwa tidak ada warganya yang komplain terkait aktivitas kerajinan tahu di lingkunganya, meskipun membuang sisa produksi secara langsung ke Kali Sunter.

Menanggapi hal tersebut, Tim Patrolo Sungai LH Jabar, Maman Warman, menegaskan bahwa limbah tahu tersebut mengandung endapan yang bisa membuat pendangkalan Kali Sunter. Harusnya, pihak pengrajin bisa membuat sistem instalasi, untuk memastikan air sisa produksi tahu tidak mengandung endapan.

“Harus ada intsalasi seperti IPAL. Karena Kali Sunter ada biota air, lain yang hidup. Disamping itu endapan sisa produksi juga membuat pendangkalan Kali Sunter. Berbahaya apa tidak tentu harus di uji lab, untuk diminta Gakum LH Kota Bekasi segera meninjau lokasi,” tegasnya.

Kasi Gakum LH Kota Bekasi, Ulfah, yang hadir dalam pertemuan tersebut menegaskan tim LH akan melakukan kunjungan langsung di lokasi aktifitas kerajinan tahu di RT 07/05 Kelurahan Jatimurni tersebut.

“Kami berharap melalui pertemuan itu para pelaku usaha pelaku usaha betul-betul mematuhi administrasi sesuai prosedur,” jelasnya.

Dia lebih lanjut mengatakan meskipun pengakuannya hanya limbah cair, meskipun tidak ada komplain warga tentu tetap harus disikapi bersama. LH tegasnya akan melakukan tinjauan ke lokasi.

#Ralat: Judul sebelumnya: Buang Limbah Tahu Langsung ke Kali Cakung, Pengusaha Diberi Peringatan. Mohon maaf untuk kesalahan judul. 

Air Limbah TahubekasiJabarjawa baratKali Cakung
Comments (0)
Add Comment