Forum IORA, Menlu RI Serukan Penguatan Kerja Sama Masa Pandemi

Ketiga, Me​nlu RI mendorong agar Samudra Hindia tetap menjadi kawasan yang stabil, aman dan damai.

“IORA harus menjadi net contributor dalam membentuk arsitektur regional Indo-Pasifik demi terciptanya kawasan yang stabil, damai, dan makmur. Hal ini bisa dicapai lewat sinergi seluruh mekanisme regional kawasan, di bidang maritim, SDGs (tujuan pembangunan berkelanjutan), konektivitas, dan kerja sama ekonomi lainnya,” ucap Retno.

Selain itu, Menlu Retno juga menyampaikan apresiasi atas dukungan negara-negara IORA terkait pembentukan Core Group on Fisheries Man​agement (CGFM) yang diinisiasi Indonesia. Pemerintah Indonesia meyakini bahwa CGFM akan memberikan ruang lebih bagi kerja sama pemulihan ekonomi pasca pandemi.

Pertemuan Tingkat Menteri (PTM) IORA ke-20 menghasilkan Emirates Communique yang berisikan hasil kerja IORA sepanjang tahun 2020, termasuk upaya penanganan pandemi COVID-19 serta berbagai inisiatif peningkatan efektivitas dan visibilitas IORA.

Di samping itu, pertemuan tersebut juga mengesahkan CGFM sebagai salah satu badan fungsional IORA. CGFM merupakan pengejawantahan hasil KTT IORA pada 2017 yang memandatkan peningkatan kerja sama di bidang perikanan.

Pada pertemuan kali ini, para Menteri IORA mendukung penunjukan Gatot H. Gunawan, Direktur IORA yang ditugaskan Pemerintah RI pada Sekretariat IORA di Mauritius, untuk menjabat sebagai Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal IORA mengawal pemilihan Sekjen IORA yang baru periode 2021-2024.

IORA adalah organisasi negara-negara di Samudra Hindia yang berfokus pada kerja sama kemaritiman. IORA didirikan pada 1997, dan saat ini IORA beranggotakan 23 negara dan memiliki 9 negara mitra wicara. (Ant)

Forum IORAindo-pasifikKerja Sama AntarnegaraMenlu RIPandemi Covid-19Retno MarsudiSamudra Hindia
Comments (0)
Add Comment