Kasus HIV/AIDS di Bekasi Masih Tinggi

Editor: Koko Triarko

BEKASI – Angka Penyandang HIV/AIDS di Kota Bekasi masih tinggi, bahkan masuk daftar urutan tiga besar terbanyak di Jawa Barat setelah Kota Bandung dan Kota Bogor. Angka tersebut sesuai data 2019.

“Saat ini angka kian tinggi, berada di atas 5.000 orang penyandang HIV/Aids. Saat ini Jabar belum merilis angka terbaru, tapi Kota Bekasi selalu kejar-kejaran dengan Bogor,” kata Daniel, penggiat kesehatan peduli HIV/Aids dari organisasi Grafiks di Kota Bekasi, Selasa (1/12/2020).

Peringatan hari HIV/AIDS Sedunia tepat 1 Desember 2020, para aktivis yang tergabung dalam forum penggiat kesehatan Kota Bekasi
menggelar aksi simpati dengan membagikan pita merah dan brosur berisi pengetahuan tentang HIV/AIDS di simpang Giant, jalan A Yani.

“Aksi ini bertujuan mengajak dan mengingatkan masyarakat terkait penyebaran HIV/AIDS di Bekasi yang kian memprihatinkan,”ujar Daniel, meminta masyarakat menghilangkan stigma negatif dan diskriminasi bagi penyandang HIV/AIDS melalui orasinya.

Menurutnya, ODHA juga korban sehingga tidak boleh merendahkan atau mengucilkannya, HIV bisa menjadi pandemi jika masyarakat tidak peduli.

Dikatakan, bahwa saat ini angka penyandang HIV/AIDS di kota Bekasi cukup memprihatinkan dan membutuhkan perhatian semua pihak, termasuk pemerintah harus lebih serius dalam penanggulangannya. Dengan terus meningkatnya kasus, harus ada solusi baru.

Saat ini dikatakan bahwa bersama dinas kesehatan dan penggiat, termasuk dari KPA, mendorong agar dilakukan revisi terkait Perda HIV/Aids nomor 3 tahun 2009. Perda tersebut harus diperbarui menyesuaikan kondisi sekarang.

“Perda Nomor 3 tahun 2009 harus dilakukan revisi, karena sudah terlalu lama. Agar ada pembaharuan dalam penanggulangan HIV/AIDS di Kota Bekasi yang sampai sekarang terus bertengger di tiga besar se-Jawa Barat,” jelasnya.

Presidium Forum Pengiat Kesehatan Kota Bekasi, Evan, mengatakan tujuan peringatan Hari AIDS Sedunia adalah untuk menumbuhkan kesadaran yang lebih besar tentang dampak AIDS terhadap keluarga, bukan hanya kelompok-kelompok yang selama ini distigmatisasi, sampai saat ini masih banyak stigma dan diskriminasi bagi orang dengan HIV/AIDS (ODHA).

”Kota Bekasi belum siap dengan ini, sangat penting memberikan edukasi mengenai HIV/AIDS, agar masyarakat Kota Bekasi benar-benar memahami dan tak lagi mempercayai mitos-mitos keliru seputar HIV/AIDS,” papar Evan.

Tingginya angka penyandang HIV/Aids di Kota Bekasi diakui oleh Mardani, Sekretaris KPA. Menurutnya, upaya pencegahan terus dilakukan, tapi masih bertambah dan menjadi ‘PR’ bersama. Selama ini, pemeriksaan terus dilakukan dengan mendatangi tempat tertentu.

“Penularannya begitu cepat, sosialisasi hanya dilakukan dengan imbauan. Untuk itu, diharapkan semua pihak bisa rutin memeriksakan diri di puskesmas, agar bisa dideteksi dini,” pungkasnya, yang turut mensosialisasikan peringatan hari HIV/AIDS Sedunia.

AidsbekasiHIVJabarODHA
Comments (0)
Add Comment