Taman Buah Mekarsari Sediakan Fasilitas Cuci Tangan Berbasis ‘Recycle’

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

BOGOR – Dalam menyediakan fasilitas mencuci tangan selama masa pandemi, Taman Buah Mekarsari menyatakan sama sekali tidak mengalami masalah. Karena yang diutamakan adalah menggunakan bahan yang sudah ada dan dilakukan modifikasi. Selain tidak mengeluarkan biaya besar, pertimbangan utama adalah pemanfaatan barang yang ada berbasis daur ulang.

Marketing Communication Taman Buah Mekarsari, Firman Setiawan, menyatakan, dalam menyediakan fasilitas yang sesuai dengan ketentuan protokol kesehatan, Taman Buah Mekarsari, sama sekali tidak merasakan kesulitan.

“Malah kita enak sekali. Karena lahan kita luas, sudah pasti tidak ada kerumunan. Pengecekan masker, bisa dilakukan di pintu masuk dan pintu pengecekan tiket. Kalau tidak ada masker, kita tidak izinkan masuk. Dan yang paling utama, fasilitas mencuci tangan itu kita sediakan dengan mempergunakan bahan yang ada. Istilah kerennya recycle,” kata Firman saat ditemui di area Informasi, Taman Buah Mekarsari Bogor, Minggu (20/12/2020).

Portable washing hand yang dibuat Taman Buah Mekarsari dengan memanfaatkan barang yang ada, Minggu (20/12/2020) – Foto: Ranny Supusepa

Ia juga menyampaikan, dalam mempersiapkan area pengunjung, juga tidak ada persiapan yang memberatkan pihak manajemen Taman Buah Mekarsari.

“Bisa dibilang, tidak ada budget sama sekali. Kita hanya menempelkan tanda silang di bangku di area pengunjung atau di kapal atau di kereta. Dan penyesuaian jadwal keberangkatan kereta juga tidak memberikan kesulitan bagi kami. Intinya, kami sangat nyaman dalam menyediakan fasilitas protokol kesehatan di area Mekarsari,” ucapnya.

Untuk fasilitas mencuci tangan, Firman menyebutkan, ada 15 titik lokasi pengunjung yang memiliki fasilitas tetap.

“Di setiap titik itu, kita sediakan 2-3 tempat untuk mencuci tangan. Dan itu modelnya permanen. Kalau untuk yang portabel, itu akan mengikuti program yang ada,” ujarnya.

Misalnya, saat panen buah tertentu, maka akan disediakan fasilitas mencuci tangan di area kebun buah.

“Ya tergantung buah apa yang akan panen dan masuk dalam program. Nanti kita sediakan selama program itu berjalan. Kalau nanti panen pindah ke kebun lain, ya kita pindahkan,” urai Firman lebih lanjut.

Fasilitas mencuci tangan ini, lanjutnya, menggunakan bahan yang sudah ada di Mekarsari.

“Kita recycle. Untuk tempat mencuci tangan kita gunakan jeriken bekas yang sudah kita modifikasi. Untuk aliran airnya tinggal kita ambil dari saluran air yang memang sudah kita miliki dari dulu,” paparnya.

Bahan pelengkap, seperti sabun cuci tangan dan hand sanitizer, disebut Firman hanya dilakukan pembelian di awal.

“Untuk bulan pertama saja. Bulan berikutnya, Mekarsari sudah menjalin kerjasama dengan vendor, yang melihat pengunjung Mekarsari memenuhi syarat dari bagian promosi mereka. Mereka membutuhkan audiens, Mekarsari ingin memberikan kenyamanan bagi pengunjung. Jadi klop kan,” pungkasnya.

areabogorBuahcuciJabarkebunMaskermekarsaripengunjungtamantangan
Comments (0)
Add Comment