Ubah Aliran Kali Cakung Menuai Masalah

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

BEKASI – Pengalihan aliran Kali Cakung oleh pengembang Wahana di Jatiranggon, Jatisampurna, Kota Bekasi, sudah dilaporkan ke Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) agar segera mendapat tindakan tegas.

“Saya secara langsung sudah melaporkan ke pengawas wilayah Sungai Bekasi, Cikeas, Cileungsi dari BBWSCC terkait perubahan aliran Kali Cakung,”ungkap Maman Warman, Tim Patroli Sungai bentukan Dinas Lingkungan Hidup Jawa Barat kepada Cendana News, Rabu (2/12/2020).

Maman Warman, Tim Patroli Sungai bentukan Dinas LH Jawa Barat, meminta BBWSCC memberi efek jera kepada pengembang Wahana agar tidak dicontoh developer lainnya, Rabu (2/12/2020) – Foto: Muhammad Amin

Dikatakan untuk mengubah aliran sungai harus ada mekanismenya, tidak asal sodet seperti yang dilakukan pengembang atau Developer Wahana. Jika hal tersebut dibiarkan, tegasnya, dikhawatirkan menjadi contoh yang lain.

Perubahan aliran kali, harus memenuhi beberapa kriteria,  tentu harus ada surat permohonan peta lokasi sungai yang akan dialihkan alurnya, dan usulan rencana ruas sungai baru.

Lalu hitungan luas alur sungai lama yang akan dialihkan dan luas rencana alur sungai baru. Kemudian hitungan aspek hidrologi dan hidrolika terhadap fungsi pengaliran sungai sebelum dan sesudah pengalihan alur sungai.

Hal lainnya adalah hitungan pengaruh pengalihan alur sungai terhadap muka air banjir di hilir lokasi pengalihan, dan pengaruh penurunan dasar sungai di hulu lokasi pengalihan terhadap kestabilan bangunan-bangunan yang ada.

Desain konstruksi ruas sungai baru harus jelas, lalu pernyataan kesanggupan untuk memenuhi ketentuan peraturan perundang-undangan.

“Artinya tidak asal sodet mengubah aliran, asal keruk, seolah itu milik sendiri,” tukasnya.

Maman Warman berharap, BBWSCC bisa memberi teguran keras kepada pihak developer dari Wahana di Kelurahan Jatiranggon, Jatisampurna, Kota Bekasi. Hal tersebut untuk memberi contoh ke lainnya agar tidak melakukan hal serupa.

“Jika dibiarkan, tidak menutup kemungkinan apa yang dilakukan oleh Wahana bisa dilakukan pengembang lainnya di sepanjang Kali Cakung atau pun Kali Sunter yang mengelilingi wilayah Kota Bekasi,” tegasnya.

Dikonfirmasi terpisah, pengawas wilayah Sungai Bekasi, Cikeas, Cileungsi, Fahmi mengaku, sudah mendapat laporan terkait perubahan aliran Kali Cakung oleh pihak developer.

“Saya sudah mendapat laporan langsung seperti video, melihat itu saya simpulkan apa yang dilakukan developer menyalahi. Itu sudah mengubah aliran sungai, bukan sodetan baru. Hal tersebut tidak dibenarkan,” ungkap Fahmi kepada Cendana News.

Dia juga memastikan bahwa apa yang dilakukan pengembang Wahana belum mendapat izin dari BBWSCC. Terkait hal tersebut dia telah melanjutkan ke bagian PPNS.

“BBWSCC ada bagian penyidik di lapangan, laporan dari Tim Pengawas Sungai LH Jabar sudah diteruskan nanti bagian penyidik melakukan survei lokasi,” tegasnya.

Untuk sanksi, menurutnya bisa disimpulkan setelah cek di lokasi. Jika dirasa berat, maka BBWSCC akan merekomendasikan ke Pemkot Bekasi sehingga pihak pengembang tidak bisa membangun apa pun di lokasi tersebut.

“Pengalihan aliran sungai tersebut harus segera dikembalikan seperti semula,” pungkas Fahmi.

bekasihidrologiJabarPengembangsodetanSungaiwahana
Comments (0)
Add Comment