40 Pasien Covid-19 di Banyumas Meninggal di Awal Januari 2021

Editor: Koko Triarko

PURWOKERTO – Meskipun baru memasuki minggu pertama di bulan Januari, jumlah pasien positif Covid-19 yang meninggal dunia di Kabupaten Banyumas sudah mencapai 40 orang. Jumlah tersebut merupakan pasien positif Covid-19 yang meninggal dunia mulai tanggal 1-9 Januari.

Angka pasien positif meninggal dunia tersebut terbilang cukup tinggi, mengingat selama pandemi dari bulan Maret hingga Desember 2020, total jumlah pasien positif meninggal dunia tercatat 256 orang.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Banyumas, Sadiyanto, mengakui jika angka meninggal dunia cukup tinggi sejak awal Januari ini.

“Jumlah tersebut baru sampai data tanggal 9 Januari, untuk data hari ini belum masuk, sehingga saya belum bisa sampaikan,” katanya, Minggu (10/1/2021).

Dari data Dinkes Banyumas, mulai awal bulan Januari, untuk tanggal 1-3, setiap hari tercatat ada 3 orang meninggal dunia. Kemudian pada 5 Januari mengalami peningkatan, ada 5 orang meninggal dunia dan 5 Januari ada 1 orang meninggal.

Jumlah kematian kembali meningkat pada tanggal 6 Januari ada 7 orang meninggal dunia dan 7 Januari paling banyak, ada 8 orang meninggal dunia. Sedangkan untuk tanggal 8 dan 9 Januari, masing-masing ada 5 orang meninggal dunia setiap harinya.

Sebagai perbandingan, sejak awal pandemi Covid-19, pada bulan Maret sampai dengan September 2020, jumlah pasien positif Covid-19 yang meninggal dunia hanya 12 orang, bulan Oktober mulai mengalami peningkatan menjadi 13 orang dan November ada 53 orang meninggal dunia. Angka kematian tertinggi sejauh ini terjadi pada Desember 2020, mencapai 131 orang meninggal.

“Sepanjang pandemi 2020, total ada 256 orang positif Covid-19 yang meninggal dunia. Jika melihat kenaikan angka meninggal dunia pada minggu pertama bulan Januari ini, kemungkinan besar bisa melebihi bulan Desember lalu,” kata Sadiyanto.

Guna menekan angka kematian tersebut, Dinkes Banyumas melakukan jemput bola untuk rapid test antigen. Pemetaan dilakukan dan untuk desa atau kecamatan yang kasus kematiannya tinggi, diprioritaskan untuk mendapatkan rapid test antigen.

Lebih lanjut Kadinkes memaparkan, sebagian besar kasus meninggal dunia karena keterlambatan penanganan, pasien baru datang ke rumah sakit dalam kondisi sudah parah. Sehingga pertolongan medis yang diberikan tidak bisa maksimal.

Sementara itu, Bupati Banyumas, Achmad Husien meminta masyarakat Banyumas untuk mematuhi aturan selama diberlakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) mulai besok hingga 25 Januari mendatang. Aturan terkait pembatasan-pembatasan kegiatan masyarakat atau pun operasional tempat usaha supaya dipatuhi.

“Kepatuhan dan disiplin masyarakat sangat penting untuk menekan penyebaran Covid-19, karena itu ayo patuhi aturan selama SPBB ini, karena hal tersebut juga demi kesehatan kita semua,” tuturnya.

BanyumasCovidJatengkasusPSBB
Comments (0)
Add Comment