Banyumas Targetkan Vaksinasi Covid-19 Capai 95 Persen

Editor: Koko Triarko

PURWOKERTO – Kabupaten Banyumas mentargetkan pemberian vaksin Covid-19 bisa mencapai 95 persen di kalangan masyarakat. Dengan demikian, program vaksin diharapkan mampu meredam penyebaran Covid-19 hingga 80 persen.

“Program vaksin ini bisa mengatasi 80 persen permasalahan Covid-19, sisanya yang 20 persen tetap bergantung pada penerapan protokol kesehatan (prokes) di kalangan masyarakat,” kata Bupati Banyumas, Achmad Husein, Kamis (14/1/2021).

Menurutnya, program vaksin tetap tidak bisa menyelesaikan seluruhnya permasalahan Covid-19, karena sifatnya adalah pencegahan. Namun, akan sangat menunjang untuk memperkecil angka kematian dan meningkatkan kesembuhan.

Lebih lanjut Husein memaparkan, Kabupaten Banyumas masuk dalam wilayah yang harus menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), salah satunya karena tingginya persentase angka kematian yang melebihi angka nasional.

Untuk pemberian vaksin tahap bertama ini, akan diawali oleh jajaran forkompinda untuk menumbuhkan kepercayaan kepada masyarakat. Selanjutnya, para tenaga kesehatan (nakes) dan tokoh masyarakat.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Banyumas, Sadiyanto, mengatakan sampai saat ini belum ada intruksi lanjutan terkait pemberian vaksin, baik dari provinsi maupun pusat. Dan, untuk hari ini pemberian vaksin untuk Jawa Tengah baru dilakukan di Kota Semarang, Kabupaten Semarang dan Solo.

Secara kesiapan, Banyumas sudah sangat siap melakukan vaksinasi. Sadiyanto menyatakan, sudah ada 59 tempat yang siap melakukan vaksinasi, yaitu terdiri dari 40 puskesmas, 16 rumah sakit dan 3 klinik. Alokasi vaksin tahap pertama akan diberikan untuk kalangan forkompinda dan tokoh masyarakat sebanyak 10 orang. Sedangkan untuk tenaga kesehatan, pihaknya mengusulkan 10.800 orang. Namun yang turun baru 9.591 orang, sehingga akan diusulkan penambahan lagi pada tahap berikutnya.

Sadiyanto berharap, dengan adanya contoh pemberian vaksin yang diawali jajaran forkompinda dan tokoh masyarakat, maka partisipasi masyarakat dalam pemberian vaksin akan tinggi. Dan, diharapkan tidak ada penolakan.

“Vaksin itu untuk kekebalan dan imunitas, sehingga minimal 95 persen masyarakat Banyumas sebisa mungkin harus divaksin, karena kalau hanya sebagian kecil masyarakat divaksin, kemungkinan penularan masih terbuka,” jelasnya.

Menurut Sadiyanto, sukses tidaknya program vaksin dtandai dengan tingginya keikutsertaan masyarakat yang divaksin. Minimal alokasi vaksin yang diberikan oleh pemerintah pusat bisa terdistribusikan semua.

“Vaksin itu merupakan virus atau bakteri yang dilemahkan, dampaknya bisa jadi ada, seperti demam, mual dan sebagainya, tergantung kondisi orangnya. Namun yang pasti, vaksin itu tidak akan memunculkan penyakit yang sama,” pungkasnya.

BanyumasCovidJatengPurwokertovaksin
Comments (0)
Add Comment