Ikan Hias Kembali Popular, Pembudidaya dan Penjual di Lampung Mendapatkan Berkah

Editor: Mahadeva

LAMPUNG – Tren memelihara ikan hias, yang kembali popular, ikut mendorong bangkitnya sektor usaha budi daya dan penjualan. Baik ikan air tawar maupun air  laut, saat ini banyak diburu oleh masyarakat untuk dipelihara.

Murdianto, pedagang ikan hias serta berbagai kebutuhan aquarium, pakan dan aksesoris penghobi ikan menyebut, hobi memelihara ikan sedang disukai berbagai kalangan. Ikan yang dijual saat ini ada ikan air tawar maupun ikan air laut, dengan ciri khas keindahan warna. Usaha penjualan ikan hias dan perlengkapannya, telah ditekuni sejak beberapa tahun silam. Modal untuk bisnis jual beli ikan hias diakui cukup besar. Semua ikan hias yang dijual dalam kondisi hidup, harus selalu mendapat pasokan oksigen.

Tempat hidup ikan hias yang dipelihara seperti habitat alaminya, dibuat dalam aquarium dan aquascape. Sebagian jenis ikan hias, yang cukup digemari sepanjang masa, seperti ikan koi, sapu sapu, dan arwana, disiapkan untuk dijual. Penghobi reptil jenis kura kura, juga bisa mendapatkan hewan peliharaan dengan harga bervariasi. Selain ikan hias, Murdianto juga menyediakan benih ikan konsumsi lele, nila, mujaer dan gurame.

Pedagang ikan hias, Murdianto (kanan), di tempat penjualan Ikan di Teluk Betung, Bandar Lampung, Selasa (26/1/2021) – Foto Henk Widi

“Saat ini warga memiliki hobi sebagai pengisi waktu luang apalagi banyak yang mendapatkan jadwal kerja dari rumah, pilihan ikan hias untuk dipelihara juga beragam. Saat ini yang sedang populer betta fish atau ikan cupang, yang memiliki warna menarik pada bagian ekor dan siripnya,” terang Murdianto, kepada Cendana News, Selasa (26/1/2021).

Permintaan ikan hias dan ikan konsumsi dalam bentuk bibit disebutnya sedang cukup tinggi. Sehari, Murdianto bisa menjual puluhan jenis ikan hias. Selain itu, pakan ikan seperti pelet, cacing darah, udang dan kutu air, juga mengalami peningkatan permintaan. Selain itu perlengkapan penghobi ikan hias, yang dibutuhkan berupa aquarium, filter air, hingga alat penyerok ikan.

Ikan yang dijual Murdianto memiliki harga bervariasi. Ikan konsumsi meliputi lele dan nila dijual Rp1.000 hingga Rp2.000 menyesuaikan ukuran. Ikan hias jenis cupang dijual Rp5.000 hingga Rp10.000. Jenis ikan hias cupang, yang memiliki ekor, sirip bagus dan warna warni, bisa dijual ratusan ribu hingga jutaan rupiah. “Saat ini, banyak anak-anak suka memelihara ikan cupang hias harganya murah, bagi kaum dewasa memilih ikan dengan harga yang mahal,” bebernya.

Alex, penghobi ikan hias menyebut, tren tersebut bisa menjadi sumber usaha. Laki-laki warga Kota Karang itu mengaku memelihara ikan hias untuk pengisi waktu luang. Jenis ikan hias yang dipeliharanya adalah plakat dan delta.  Ia kerap menjual ikan hias jenis cupang kepada penghobi lain dari proses penangkaran yang dilakukan. Dari proses persilangan, akan melahirkan jenis baru yang memiliki warna unik. “Hobi jadi peluang untuk usaha, karena saat ini pecinta ikan berasal dari sejumlah kalangan, saat harga pas ikan cupang bisa dijual,” bebernya.

Peluang usaha budi daya ikan cupang, menjadi sumber penghasilan bagi Ando Anjasmara. Warga Desa Pasuruan, Kecamatan Penengahan, Lampung Selatan itu memilih menjadi pemasok ikan cupang delta dan plakat. Pangsa pasar ikan cupang plakat, yang kerap dipakai untuk aduan, dijual dengan harga terjangkau. Beberapa ikan cupang dijual mulai puluhan ribu hingga jutaan rupiah. “Hasil dari budidaya ikan cupang menjanjikan karena sedang tren jadi harga berpotensi naik,” tegasnya.

Peluang usaha budi daya ikan cupang disebut Ando Anjasmara, menjadi alternatif di massa pandemi COVID-19. Usaha tersebut bisa dijalankan dari rumah. Pemesanan dari penghobi untuk dijual kembali kerap dilakukan memakai jasa ekspedisi. Proses pembelian dan penjualan dilakukan secara dalam jaringan (daring), untuk memudahkan menjangkau konsumen yang lebih banyak. Sistem penjualan menggunakan media sosial juga meningkatkan penjualan.

Aquascapebudi daya ikanikan hiasLampung
Comments (0)
Add Comment