Ini Syarat Penyintas yang Diperbolehkan Ikut Vaksinasi Covid-19

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

SEMARANG — Meski tidak menjadi prioritas penerima vaksin, namun penyintas atau orang yang pernah terpapar covid-19, tetap diperbolehkan untuk mengikuti vaksinasi. Namun, ada persyaratan yang harus dipenuhi, terutama terkait titer antibodi yang dimiliki.

Sesuai dengan Keputusan Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Nomor HK.02.02/4/1/2021 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19, vaksinasi tidak diberikan pada sasaran yang memiliki riwayat konfirmasi covid-19, wanita hamil, menyusui, usia di bawah 18 tahun atau diatas 59 tahun, dan beberapa kondisi komorbid (penyakit bawaan).

“Memang penyitas covid-19, tidak menjadi prioritas vaksin, namun bukan berarti mereka tidak boleh ikut vaksin. Mereka diperbolehkan ikut, jika antibodi yang dimiliki sudah turun. Hal ini bisa diketahui dari hasil lab tes darah,” papar Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Semarang, Abdul Hakam, saat ditemui di kantor tersebut, Jumat (15/1/2021).

Dijelaskan, jika titer antibodi atau immunoglobulin G (IgG) masih tinggi, maka penyitas tersebut tidak diharuskan mengikuti vaksin terlebih dulu.

Antibodi IgG terbentuk ketika antigen seperti kuman, virus, atau zat kimia tertentu masuk ke dalam tubuh, mendapat perlawanan dari sel-sel darah putih. Tubuh akan membentuk antibodi IgE untuk melawan antigen, sehingga ketika antigen tersebut kembali masuk, sistem kekebalan tubuh akan melakukan perlawanan karena antibodi sudah terbentuk.

“Jadi jika misalnya baru sembuh dua bulan, IgG-nya masih tinggi, maka ditunda dulu vaksinnya. Justru kita dorong jadi pendonor plasma konvalesen. Namun sebaliknya, jika dia sudah sembuh sejak enam bulan lalu, lalu hasil tes darah IgG-nya rendah, maka yang bersangkutan bisa mengikuti vaksinasi covid-19,” tandas Hakam.

Donor plasma konvalesen merupakan donor plasma darah yang diambil dari pasien covid-19 yang telah sembuh, dan kemudian diproses agar dapat diberikan kepada pasien lainnya, yang saat ini masih dalam penanganan.

Kondisi tersebut terjadi pada Walikota Semarang Hendrar Prihadi, yang pada Kamis (14/1/2021) lalu batal divaksin covid-19. Hal tersebut disebabkan dari hasil tes darah, menunjukkan antibodi miliknya masih tinggi 1/320. Orang nomor satu di jajaran Pemkot Semarang tersebut juga penyintas covid-19.

Di satu sisi, untuk mempercepat dan memperluas jangkauan layanan vaksinasi covid-19, DKK Semarang juga menambah satu fasilitas kesehatan (faskes) pelaksana. Penambahan ini, menjadikan ada sebanyak 58 faskes terdiri dari 37 puskesmas, 19 rumah sakit, dan dua balkesmas.

“Kita tambah satu lagi faskes pelaksana vaksinasi, di Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Tanjung Emas Semarang. Tujuannya untuk mempercepat layanan vaksinasi, baik untuk nakes dan masyarakat di wilayah sekitarnya. Proses vaksinasi kan ada beberapa tahap, sehingga nantinya juga ke masyarakat umum, meski saat ini masih diprioritaskan pada nakes,” tambahnya.

Terpisah, Walikota Semarang Hendrar Prihadi kembali menegaskan meski dirinya, belum mengikuti vaksin covid-19, namun ditegaskan vaksinasi covid-19 aman dan tidak bahaya.

“Sebagai penyintas covid-19, saya sebelumnya sudah berkoordinasi dengan dokter yang merawat saya saat terpapar covid, dan dianjurkan untuk melakukan tes darah. Hasilnya, titer antibodi saya mencapai 1/320. Angka sangat jauh di atas angka normal. Artinya secara antibodi imun saya masih sangat kuat,” paparnya.

Namun dirinya memastikan, ketika nanti antibodinya menurun, tetap akan mengikuti vaksinasi covid-19. “Saya tetap sampaikan bahwa vaksinasi ini penting, menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk mengurangi penularan covid-19, menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat pandemi ini. Sekaligus meningkatkan kekebalan kelompok di masyarakat (herd immunity) dan melindungi masyarakat dari covid-19 agar tetap produktif secara sosial dan ekonomi,” terangnya lagi.

Di lain sisi, dirinya juga tetap meminta masyarakat untuk menjaga kedisiplinan terkait protokol kesehatan, meski nantinya sudah divaksin. “Tetap menerapkan 3M, memakai masker, menjaga jarak dengan tidak bergerombol dan mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer,” pungkasnya.

JatengsemarangVaksin Covid-19
Comments (0)
Add Comment