Kelompok Tani ‘Sekar Taruna’ Panen Kacang Enam Kuintal

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

PURBALINGGA – Dinas Pertanian (Dinpertan) Kabupaten Purbalingga terus mendorong para petani untuk memanfaatkan lahan dengan berbagai tanaman hortikultura. Salah satunya adalah Kelompok Tani Sekar Taruna yang berhasil dalam budi daya tanaman kacang tanah, hingga menghasilkan panen sebanyak 6 kuintal.

Kepala Dinpertan Kabupaten Purbalingga, Mukodam mengatakan, kacang tanah sebenarnya lebih bagus ditanam pada musim kemarau. Namun, para petani di Purbalingga sudah bisa membuktikan untuk menghasilkan hasil panen yang bagus, sekalipun pada musim penghujan.

Kepala Dinpertan Kabupaten Purbalingga, Mukodam, dijumpai di Purbalingga, Senin (11/1/2021). Foto: Hermiana E. Effendi

“Kacang tanah tidak bisa dipandang sebelah mata, jika kualitasnya bagus dan isi kacang penuh, maka harga juga akan bagus. Terlebih permintaan kacang tanah juga tinggi,” katanya, Senin (11/1/2021).

Kelompok Tani Sekar Taruna yang berada di Desa Karangjoho, Kecamatan Pengadegan, Kabupaten Purbalingga melakukan budi daya kacang tanah pada lahan seluas 3 hektaer. Demplot swadaya para petani ini sudah panen pada bulan Januari ini.

Ketua Kelompok Tani Sekar Taruna, Museri mengatakan, budi daya kacang tanah ini dilakukan dengan sistem tumpang sari, yaitu dengan tanaman ubi kayu. Sehingga para petani bisa mendapatkan hasil yang lebih.

“Untuk tahap pertama ini, lahan yang dipanen seluas 125 ubin dan kita mendapatkan 6 kuintal kacang tanah,” tuturnya.

Kacang tanah mulai ditanam bulan Oktober lalu dan saat panen sekarang, harga kacang tanah mencapai Rp 5.000 per kilogram.

“Kacang tanah tidak sulit untuk ditanam, tanaman ini cocok ditanam di lahan dataran rendah dan tidak terlalu banyak curah hujan. Sebab, kacang tanah membutuhkan penyinaran matahari yang cukup, namun tanah sebisa mungkin dijaga agar tetap dalam kondisi gembur,” terangnya.

Lebih lanjut Museri menjelaskan, sebelum mulai menanam, pihaknya melakukan penggemburan lahan terlebih dahulu. Dan untuk mengantisipasi banyaknya curah air hujan, pada sela tanaman dibuat saluran drainase supaya air mengalir. Selain itu, pada tanaman juga dibuat bedengan.

“Hal lain yang perlu diperhatikan adalah pemupukan tanaman, yang dimulai sejak persiapan lahan. Pemilihan bibit juga sangat penting, karena akan berpengaruh terhadap hasil panen. Dan dalam proses penanaman, jarak antartanaman minimal 40 x 20 centimeter atau 40 x 10 centimeter dengan jumlah 1 benih biji per lubang tanam,” jelasnya.

Proses penamanan kacang tanah ini juga mendapatkan pendampingan dari penyuluh pertanian Desa Karangjoko, Kukuh Fajar Azani. Sebagaimana ditekankan, Kadinpertan Purbalingga, petugas PPL harus terus melakukan pendampingan kepada para petani. Dan jika ada permasalahan di lapangan, mereka juga harus bisa memberikan solusi bagi petani.

bibithektareJatengKacangkuintallahanpanenpetanitanah
Comments (0)
Add Comment